Solus: History

No, it’s not about the history of a Linux distribution called Solus. It is about restoring your system to a particular state and time. It is like the System Restore in Windows, but only touches the operation of install and remove.

Let say if you mess your system up by removing an application, than you find that your desktop run slower than before. What you can do is restoring the system before you did that.

Check the history first. In Terminal, type

$ eopkg history

You will see a list of operations with number, the type of operation (install/remove), date, and time.

For example, if your last working system is yesterday as shown in operation number #35, than type

$ sudo eopkg -t #35

Reboot your computer. If it does not work, you can try another number as shown in the history.

Read more at Solus Help Center.

Advertisements
Posted in Open Source | Leave a comment

Desain

Dunia desain begitu mempesona dan setia menemani keseharian kita. Namun, ia juga begitu mudah membosankan kita. Mungkin, itulah sebabnya desain menjadi elemen paling dinamis dalam kehidupan.

Saat Honda Jazz generasi pertama bersiliweran di jalan tahun 2004, saya menilai desainnya “aneh” atau terlalu futuristik. Tadi, saat melihatnya lagi, ia justru tampak kuno.

Kursi lipat Chitose adalah contoh lain. Desainnya simpel dan keren. Saya pertama kali melihatnya di kantor Bapak. Begitu berkesan sedemikian sehingga saya membelinya untuk kamar kos saat kuliah dulu. Di luar sana, beragam desain baru kursi terus diciptakan dan dibentuk. Mulai kursi tunggu bandara, kantor, cafe, hingga kursi tamu.

Teknologi ikut pula mengubah desain. Kamera misalnya. Di tahun 1980-an, saya pernah menggunakan kamera video analog genggam seukuran bata. Gambarnya direkam pada gulungan film untuk kemudian dicuci. Untuk menonton hasilnya, kita memerlukan proyektor seukuran dua bata. Tak usah khawatir dengan layarnya, dinding rumah berbata-bata bisa jadi pengganti. Setelah teknologi digital perekaman audio-visual dikembangkan NASA tahun 1975 dan dikomersilkan 20 tahun kemudian, desain kamera berubah. Kita bisa menggunakan ponsel tipis untuk vifi (video+selfi) setiap saat dan tayang di dinding tanpa bata, Facebook.

Begitulah dunia desain, bergerak begitu cepat dalam berbagai ranah. Di alam imajiner manusia, melanglang hampir tanpa batas. Sebagian kecilnya saja yang mewujud di dalam keseharian kita.

Ngomong2, ada lho desain yang tak lekang oleh waktu. Honda Civic generasi ke-6 (terutama yg tahun 1999) adalah yg terbaik dan takkan pernah kuno dalam pandangan saya. Itulah mengapa saya pernah bersamanya dua kali.

Foto: Sejak promo paket data muncul, kartu hp sering diganti. Karena itu, pembuka wadah/slot kartu SIM sering dipakai.. Desain ponsel keluaran terbaru berubah. Wadah kartunya hanya bisa dibuka dengan memasukkan ujung kawat ke lubang kecil. Ukuran kawat bawaannya sebesar klip segitiga yang sejak dulu dipakai untuk menjilid kertas. Karena itu, kegunaan penjilid ini bertambah, yaitu sebagai pembuka wadah/slot kartu hp.

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Sulthan

Manakala Yang Maha Pengasih mengajak kita menembus angkasa (QS 55:33), syarat utama yang disebut adalah “sulthan”. Para ulama dan cerdik pandai menafsirkannya sebagai kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tapi, patutlah kita bayangkan pula lebih jauh lagi. Bayangkan sebuah pesawat antariksa yang besar. Tidak saja tentang materialnya yang berbahan tebal, ringan, tahan panas, dg roket berpendorong hebat serta sistem navigasi yang sigap mengarungi berbagai galaksi; tapi juga bayangkan orang-orang yang ikut di dalam ekspedisi ini. Mereka boleh jadi berasal dari berbagai puak (multi-national), berbagai budaya (multi-cultural), berbagai keahlian (multi-experts), dan bahkan berbagai alien (multi-species) sebagai akibat interaksi dg planet-planet baru.

Dapatlah dikatakan bahwa “sulthan” tidak saja tentang sains dan teknologi, tapi adalah juga tentang kekuatan besar kita yang lain, yaitu kemampuan untuk berhimpun, bekerjasama, dan bergerak secara harmoni dengan segala keunggulan kita yang berbeda-beda. Hanya dengan itu kita dapat memenuhi tantangan-Nya untuk menembus alam semesta.

Posted in Al-Furqan | Leave a comment

Ek

Ini cerita lucu. Saya sampai terpingkal-pingkal saat mendengarnya pertama kali dari Pak Setia Budi, mantan Sekda Aceh. Beliau memang suka membaca, bercerita, dan lucu. Tapi, saya kesulitan mengisahkannya kembali secara tertulis. Bisa hambar jadinya. Biar begitu, saya coba saja. Prasyarat: memiliki kemampuan dwibahasa, Indonesia dan Aceh.

Begini ceritanya:

Suatu ketika, sekelompok mahasiswa mengadakan KKN di sebuah kampung di Aceh. Kampung ini punya satu masalah: tidak ada kakus yang sehat. Untuk buang air besar, warga kerap melakukannya di semak atau sungai.

Untuk memperbaiki kualitas kesehatan kampung nan jauh di mata itu, para mahasiswa mengkampanyekan kakus sehat. Mereka mengajak warga setempat untuk meninggalkan kebiasaan buang hajat sembarangan. Bisa sakit, kata mereka.

Alih-alih mengikuti anjuran anak-anak muda jaman now itu, warga sepuh malah protes.

Seorang nenek berujar, “Pu awak nyan jak peureuno pat tatoh ek. Mak lon, Yah lon, paknek-minek lon, mandum geutoh ek bak krueng. Hana go saket! Pu ji peugah nyan, ek?!!”

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Flexi

Usai gempa dan tsunami, saya menelepon adik di Jakarta, keluarga di Matang, teman di Jogja, dan operator Telkom (seorang perempuan, mungkin berlokasi di Medan) dengan ponsel Flexi yang kebetulan saya bawa saat evakuasi menjauh dari rumah. Seingat saya, hanya jaringan selular (yang kini sudah tak ada lagi) itu yang hidup.

Hingga beberapa lama kemudian, saya masih berlangganan Flexi sebagai penghormatan karena jasanya saat bencana besar itu.

#26des2004

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Proyek Bintitan

Anda tahu bintitan? Sejenis bisul di pelupuk mata. Bagaimana cara menyembuhkannya? Hampir semua kasus bintitan tidak membutuhkan penanganan medis khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Nah, bayangkan jika dibuat kegiatan pemberantasan bintitan nasional. Tentu, proyek ini sia-sia belaka dan pemborosan. Namun, jika tidak dikawal publik, berbagai “proyek bintitan” bisa selalu hadir tiap tahun.

Karena itu, intiplah (rencana anggaran publik) biar tidak (muncul proyek) bintitan!

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Jameun Jinow

Leupah that leupi angen ka jinow
Han ek ta theun le meunyoe tamanow
Nak badan bek leumeh reubah bak anow
Bagah hai laju tajep i unow

Posted in Sastra | Leave a comment