Pasfoto

Sila baca di Telegram pada @arifarhamamin

Advertisements
Posted in Bin M.A. Jangka | Leave a comment

Kritis

Pendapatan kita boleh jadi menurun daya belinya. Namun, sodara-sodara, janganlah sampai pendapat kita menurun daya kritisnya. Itu yang membuat negeri kita gagah di mata dunia!

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Bersamanyalah

Klimaks film drama komedi “Buka’an 8” (2017) adalah saat sang ibu dibawa ke ruang persalinan normal sebuah rumah sakit modern. Di sini, sang ayah dilarang masuk. Ia hanya boleh mengintip dari luar.

Apakah ada standar kesehatan yang melarang suami menemani istrinya melahirkan? Saya tidak tahu.

Pesan saya, jika tiada halangan yang berarti, temani istrimu saat ia berjuang melahirkan anakmu. Sabar dan tahanlah saat tanganmu dicengkeramnya dengan amat kuat. Kukunya bisa melukaimu. Tapi, itu tak seberapa dengan rasa sakitnya. Suami, istrimu membutuhkanmu.

Di punggung tangan kanan saya, di dekat jempol, ada parut bekas cengkaraman kuku istri saya saat ia melahirkan anak kami. Itu simbol pangkat dan jabatan tertinggi saya dalam hidup ini.

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Berbuat Baiklah

yang ibunya telah wafat
berbuat baiklah
agar lapang kuburnya

yang ayahnya telah wafat
berbuat baiklah
agar bahagia akhiratnya

yang bayinya telah wafat
berbuat baiklah
agar engkau ke surga bersamanya

Posted in Sastra | Leave a comment

Manfaatnya Apa?

Yang patut ditelaah publik/wakil rakyat terhadap suatu rencana program/kegiatan adalah manfaat (outcome) dan dampak (impact) yang ditimbulkannya. Adapun anggaran (input), sesuaikan dengan kemampuan dan harga yang wajar. Jadi, rencana jangan dibatalkan hanya karena biayanya besar.

Sebagai analogi, jika Anda hendak meminang pujaan hati, janganlah surut hanya karena mahar yang tinggi. Ingatlah dampak menikahinya, yaitu kebahagian dunia dan akhirat. Jadi, jangan surut!

:-)

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Jelajah

Saat membuka arsip lama, saya dapati berkas buletin “Jelajah” dalam format .cdr (Corel Draw). Buletin ini adalah bagian dari program bulanan pengurus Imahagi (Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia) periode 1997-1999.

Sebenarnya Jelajah ini tidak pas juga disebut buletin. Kami mendesainnya sangat sederhana pada kertas ukuran folio dengan empat halaman. Gaya penomoran di kanan bawah meniru barcode. Distribusinya unik: kami print, lalu fotokopinya (satu lembar timbal balik) kami kirim ke seluruh cabang (komisariat) di perguruan tinggi yang menjadi anggota Imahagi. Kami berharap mereka menfotokopi lagi untuk dibagikan ke mahasiswa.

Hanya lima kali kami sempat menerbitkan Jelajah di tahun 1998.

Edisi 1: Ini edisi perkenalan. Ada sambutan Dekan Fakultas Geografi UGM ketika itu, Prof. Sutikno. Kami juga menambah sedikit info tentang majalah GIS Asia Pacific terbitan Singapura.

Edisi 2: Ada artikel soal kritik Imahagi tentang konsorsium Ilmu Geografi yang saat itu termasuk dalam “ilmu-ilmu murni”. Lalu, tulisan tentang anti korupsi dan editorial tentang laut. Tak lupa, kami sertakan pula Himne Imahagi.

Edisi 3: Kali ini, kami memuat tulisan Pak Zamroni (Ketua BEM Geografi UGM) dan Pak Aris Marfa’i (saat ini Dekan FGE UGM). Mereka bicara tentang ekologi dan pedesaan. Sebagai info tambahan, di halaman terakhir kami tuliskan beberapa sumber pengetahuan (pustaka, kuliah, beasiswa) yang dapat diakses via internet.

Edisi 4: Edisi ini terbit dalam rangka menyambut ultah Imahagi tanggal 29 September. Di dalamnya, kami memuat tulisan Pak Projo Danoedoro tentang penerapan penginderajaan jauh dalam dunia kesehatan yang disampaikan pada sebuah seminar. Tulisan kedua adalah dari Pak Abdullah yang membahas kebakaran hutan.

Edisi 5: Kami menampilkan agenda kerja Imahagi di seluruh cabang. Tulisan tentang El Nino menjadi narasi terakhir buletin ini.

Arsip yang tersimpan dalam format .cdr diubah ke PDF via aplikasi online. Alhasil, tata letak dan fontnya tidak pas lagi. Silahkan membacanya di sini..

Posted in Geografi | Leave a comment

Hemat Kuadrat

Untuk menyiasati kecepatan dan kuota internet yang terbatas, diluncurkanlah “YouTube Go”. Aplikasi ini menampilkan video dengan penghematan data hingga 80%, lho. Jadi, di dunia maya saja penghematan penting, apalagi di dunia nyata.

Penghematan yang sering kita dengar adalah dalam hal penggunaan kertas. Kertas berhubungan dengan pepohonan. Semakin banyak kertas dipakai, banyak pula pohon ditebang. Nah, kita diajak untuk “paperless”. Dengan kehadiran aplikasi email dan messenger, teks dan gambar bisa dilihat tanpa kertas dengan data internet yang minim. Hematnya jadi kuadrat.

Ayo berhemat! Cling!

;-)

Posted in Geografi | Leave a comment