Bookmarks


“You can use ‘bookmarks’ to open our professor’s website immediately.”

Saran itu diberikan oleh seorang teman sekelas ketika saya selesai membuka website dosen yang berisi panduan praktikum mingguan di laboratorium-pemetaan tadi pagi. Ya, website itu saban hari wajib dikunjungi. Lalu, apanya yang aneh? Itu tadi, saya mengetik alamat website (yang lumayan panjang). Teman saya heran, kok tidak di-bookmark saja; bukankah saya tiap hari pasti ke situ.

Saya tentu saja tahu soal bookmark, history, add-on dsb di browser seperti Firefox, Internet-Explore, atau bahkan yang keren, Opera. Lalu mengapa tak dipakai? Lupa atau tak terpikirkan?

Ya, pengalaman hari ini mengajari saya bahwa walau kita telah tahu sesuatu (well known atau well informed), kadang kita tidak secara penuh memahami KAPAN ilmu itu dipakai. Yang lebih ceroboh adalah ilmu yang kita miliki tidak mampu memberi jawab terhadap persoalan kita sehari-hari; mungkin karena kita tidak cukup ber-NALAR untuk membaca teks dan konteks di sekitar kita.

Saya tertawa setelah kawan itu memberi tahu soal bookmark. Saya menertawakan diri sendiri.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

One Response to Bookmarks

  1. Companies can make use of social media in a variety of ways.
    Social sharing tolols suchh as Facebook, Twitter and Googlee Buzz etcc aare greeat in keeping touch with
    your friends and family and having fun. It is hard
    to believe that social media did not even exist 6 years ago,
    buut this is only goes tto prove the rapid growth and evolution of social media as a business tool.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s