Kenangan Reformasi


“_ Adapun saat ini, TNI “bebas” melakukan operasi militer di wilayah-wilayah Indonesia sendiri. Dan yang memprihatinkan, kita tidak mempunyai cukup power untuk mengontrol angkatan perang negara kita. Praktis setelah Soeharto turun dari jabatan presiden, tidak dapat ditutupi bahwa kendali militer ada pada orang militer sendiri, bukan presiden. _ ”

Arif Arham, anggota SM UGM | Surat pembaca di D&R, 19 Juli 1999.

sumber: hamline.edu

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s