‘Aqabah


Bapak para nabi, Ibrahim a.s., adalah seorang revolusioner. Ia memberontak terhadap kebiasaan dungu raja dan masyarakatnya yang menjadikan tanah dan kayu sebagai sesembahan. Ia cerdik, menunjuk patung terbesar sebagai penghancur patung-patung kecil untuk menggelitik akal sehat kaumnya yang terkungkung.

Ayah dari Ismail as. dan Ishaq as. ini juga memancarkan sifat Al-Halim, mencari orang-orang di sekitar rumahnya untuk membagi makanan yang ia dapat, bukan menunggu orang meminta padanya. Pun, ia amatlah santun; banyak yang menyebutkan sifat-sifat Nabi Muhammad saw. memiliki kemiripan dengan kakek buyutnya ini.

Semua keteladanan Ibrahim, kekasih Allah, adalah wujud dari aqabah, yaitu melepaskan manusia dari perbudakan manusia lain dan menebarkan rizki ke sekeliling. Menjadi agen Tuhan untuk kemanusiaan.

Memang, para nabi sejatinya adalah penyeka kejumudan pikiran dan pemurni keyakinan masyarakatnya. Mereka juga penyantun, bukan orang yang asyik dengan dirinya sendiri.

This entry was posted in Al-Furqan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s