Universitas Al-Muslim


Di Texas A&M University, Amerika Serikat, tenaga pengajar, karyawan, dan mahasiswanya dijuluki dengan “Aggie”. Suatu tradisi yang turun-temurun dipelihara oleh mereka adalah “Aggie Code of Honor” yang berbunyi: “An Aggie does not lie, cheat, or steal or tolerate those who do” (seorang Aggie tidak berbohong, curang, mencuri dan tidak memberi toleransi kepada yang melakukannya). Ini adalah prinsip para Aggie untuk memelihara kehormatannya.

Ingatan saya melayang ke Peusangan yang memiliki tradisi bersekolah yang sangat kuat dan berakar dalam sendi kehidupan masyarakatnya. Mungkin bisa dikatakan bahwa orang di sana memiliki prinsip “aneuk geutanyoe beu dijak sikula, meunyo peureulee tanoh blang tapeugala” (anak kita harus sekolah, bahkan kalau perlu tanah kita gadaikan). Karena itu, tidak heran di sana tersedia semua jenjang pendidikan; dari taman kanan-kanak sampai perguruan tinggi.

Sebagai putra Peusangan, dahi saya ikut berkerut memikirkan perkembangan Universitas Al-Muslim. Di satu sisi, saya merasa senang karena perkembangan fisik (bangunan kampus; perumahan untuk dosen; jumlah mahasiswa, dll.) terus meningkat, dan ini adalah prestasi yang patut dihargai. Namun di sisi lain, saya merasa miris mengetahui adanya kemerosotan “kehormatan akademik” (dugaan tidak adanya transparansi anggaran; sebagian mahasiswa skripsinya dibuat orang lain; dan mutu pendidikan yang rendah, sehingga orang kuliah di Al-Muslim terkesan hanya untuk mendapat ijazah, bukan ilmu) di universitas kebanggaan masyarakat Bireuen ini. Sesuatu yang jauh dari cita-cita para ulama tempo dulu, pendiri lembaga pendidikan ini.

Saya mengajak diri saya sendiri dan civitas akademik Universitas Almuslim untuk melakukan perubahan yang signifikan dalam hal “kehormatan” ini. Al-Muslim harus memiliki prinsip islami (semacam “Al-Muslim Code of Honor”) untuk menjaga marwahnya yang mengikat siapa saja yang belajar dan bekerja di sana. Tentu tidak harus sama persis dengan yang dimiliki Texas A&M University itu; namun setidaknya nilai-nilai islami untuk tidak berbohong dan berlaku curang sudah semestinya menjadi pegangan utama kita sebagai muslim.

This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

11 Responses to Universitas Al-Muslim

  1. Fahmifz says:

    Setuju dg b`arif, harus ada nilai2 yg dipegang agar marwah terjaga. Muslim harusnya jauh lebih baik

  2. POPON says:

    SEBENARNYA BUKAN DI UNIVERSITAS AL-MUSLIM (PEUSANGAN) AJA, YG MENGALAMI HAL YG DEMIKIAN. TAPI BYK UNIVERSITAS SWASTA LAIN, DIACEH SEPERTI ITU. CTH UNSAM (LANGSA). KENAPA YA ?

  3. Johan Peusangan says:

    Ok Pak saya juga prihatin.. Orang tua kita Pak M.. Jangka dan ayah (TM. Hasan) sama-sama pengurus Al Muslim Peusangan periode 1979/1984
    Pak M.A. Jangka Ketua, sedang ayah saya Dewan Penasehat. Saya ada membiicarakan masalah Al Muslim ini dengan Ay. Nurnikmat sbg Ketua Majlis Permusuaratan Al Muslim, karena ada isu mau di negrikan, dan kami sepakat agar Yayasan Al Muslim teetap sebagai milik Masy. Peusangan dipertahankan sebagai amanah T. Tjhi Peusangan, dan Tgk A, Rahman Meunasyah Meutjap. Demikan pak, sy juga sedang study S2 teknology informasi di Malaysia. Semoga kita nanti kembali ke Al Muslim meeneruskan amanah ureueng chik geutanyo..semoga Allah SWT meridhoi semua nikmat baik kita.. harap dikunjungi my wesite
    http://peusangan.wordpress.com/
    Wassalaam

    T.M.Johan Peusangan

  4. EDI GUNAWAN, SE says:

    saya harap al-muslim terus berkembang…….n..rekrutlah dosen yang intelektual..tanpa adanya KKN.selaku saya adalah putra Bireuen sangat berharap manajemen kerja di Al-Muslim terus membaik.salam kenal dari saya.

    By : Edi Gunawan, SE
    Staf Akademik Unsyiah

  5. Dosen al-muslim harus lebih teliti lagi, karna banyak skripsi yang dibuat orang lain

  6. azmi says:

    Kalau Bukan disini , dimana lagi, kalau bukan kita, siapa lagi….???

  7. Langkah awal, dari mulai siswa/i SMP/SMA, apalagi mahasiswa jika mengutip sesuatu dari buku karangan orang lain, bahkan artikel dari internet atau blog, maka mereka harus menjelaskan sumber kutipan tersebut (apakah melalui footnote, atau kutipan langsung ditulis di dalam kurung). Dari situ dibiasakan penghargaan terhadap intellectual property milik orang lain. Dan para guru atau dosen juga harus tegas mengenai hal ini, jika si mahasiswa terbukti melakukan plagiarism. Sudah banyak software yang ada yang dapat mendeteksi apakah karya tulis si (maha) siswa itu hasil “copy and paste” atau pemikiran orisinil mereka.

  8. Apakah Al-muslim bisa mewujudkan mahasiswa bahasa Inggris bisa lanjut Study ke America?

  9. black_provost says:

    yang jadi permasalahan di almuslim sekarang adalah bukan masalah negeri atau swasta tapi kwalitas dan pelayanannya yang sangat memperihatinkan sehingga timbul kesan di kalangan mahasiswa bahwa almuslim yang sekarang ini tadak butuh kwalitas tapi hanya butuh uang mahasiswa saya,,itu sangat tercermin sekarang,,dari dosen yang masuk mengajar suka suka hati,,2 x masuk 3 x libur alasan macem macem sekolah diluar,urus agreditasi,,macam macam lah di akhir smester supaya mahasiswa gak ribut di kasih nilai bagus,,itu kan pembodohan sebenernnya yang rugi mahasiswa,,tapi tidak ada perhatian dari pihak terkait di almuslim tentang masalah itu,,klo pun ada masalah di kampus kita datang ke prodi untuk mencari solusi ada sebagian prody pelayanannya sangat tidak enak mereka menganggap seolah olah mahasiswa ini pengemis di akademik,,klo kita mau almuslim maju mari sama sama kita perbaiki sistemnya dulu,kita perbaiki menejemen internalnya dulu baru kita bisa gerakkan mahasiswa untuk bersaing,klo sekarang yang ngajarinnya aja gak disiplin gmna dengan mahasiswanya,,,

  10. bangpren says:

    tapi sangat di sayangkan para mahasiswa terkesan masih bermain-main dalam belajar,buktinya kalo g da dosen mahasiswa cukup senang padahal mereka sudah membayar para dosen.
    kalo mahasiswa yang kritis pasti menggugat dosen yang tidak hadir tanpa kabar apapun,tapi kenyataannya mahasiswa almuslim tidak demikian..

    http://bangpren.blogspot.com/
    http://bangpren.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s