Pertambangan Pribadi


Di Amerika Serikat, kepemilikan suatu lahan (land property) mengikuti hukum asal koloni Inggris, yaitu pemilik tanah (landowner) menguasai semua yang ada di atas tanah dan di bawahnya. Dengan kata lain, mulai dari permukaan tanah sampai ke pusat bumi! Tidak heran, di Texas misalnya, pada lahan pertanian sering dijumpai kilang-kilang minyak milik pribadi.

Dulu, ketika Texas masih menjadi bagian Mexico, hukumnya mengikuti apa yang berlaku di Spanyol: pemilik tanah menguasai apa yang ada di permukaan tanah saja. Lalu, Texas merdeka menjadi Republik Texas, dan hukum ini tetap berlaku. Baru sesudah menjadi bagian dari AS, semua pemilik tanah di negara bagian yang luasnya sepertiga Indonesia ini menguasai semua sumberdaya alam di lahannya.

Di Indonesia, sesuai UUD 1945 semua kekayaan alam dikuasai negara. Sepintas, ini lebih adil dan masuk akal. Namun, sebagaimana yang dihadapi Mexico, penyelenggara negara (baca: pejabat, tentara dan PNS) menggunakannya untuk sebesar-besar kemakmuran diri dan keluarganya! Sebaliknya, di AS, pemerintah dan DPR mengatur mekanisme pengeboran dan pendistribusian mineral sedemikian rupa sehingga pemilik tanah dan negara diuntungkan.

Biarpun demikian, secara sederhana tidak bisa dikatakan bahwa hukum ‘gaya Amerika’ lebih baik dari ‘gaya Mexico’ atau sebaliknya. Yang menentukan adalah penegakan hukum (law enforcement) untuk keadilan dan kesejahteraan bersama. Kualitas jaksa, polisi, dan hakim adalah tolak ukur bahwa hukum telah benar-benar berjalan dalam suatu peradaban.

This entry was posted in Opini and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s