Time, space, and mind


jamSuatu ketika, delapan orang pekerja pertambangan batu-bara terperangkap dalam suatu pertambangan. Salah satu dari mereka adalah sang mandor. Ia memiliki jam tangan, sedang anak buahnya tidak.

Di tempat yang gelap itu, jika anak buahnya bertanya soal waktu, sang mandor selalu mengurangi satu jam dari yang seharusnya. Jadi, saat 120 menit berlalu, ia mengatakan bahwa mereka sudah terjebak selama satu jam. Demikian kelipatannya hingga empat hari berlalu.

Ketika para penolong menemukan mereka, semua selamat kecuali sang mandor. Ia meninggal dunia setelah empat hari tanpa makan dan minum. Yang lain selamat karena bagi mereka, waktu yang mereka habiskan dalam pertambangan itu hanya dua hari saja!

This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s