Belajar dan nilai


Kuliah di Amerika secara umum sama dengan kuliah di Indonesia. Ada pertemuan klasikal tiap minggu, ada aktifitas laboratorium, dan juga ada ujian (midterm dan final). Walau nilai (grade) itu penting, para pengajar di Texas A&M University kerap menekankan pentingnya proses pembelajaran (learning process) suatu ilmu pengetahuan. Sedangkan nilai ‘hanyalah’ keperluan administratif institusi pendidikan untuk mengukur daya serap ilmu peserta didik.

Untuk memberi gambaran soal-soal ujian suatu mata kuliah di Geography Dept. of  Texas A&M University, berikut ini saya tampilkan lembar jawaban ujian final dari salah satu mata kuliah di semester lalu; disertai pula komentar dari dosen pengasuh mata kuliah itu. Menurut saya, soal-soal ujiannya tidak jauh berbeda dengan ujian mata kuliah yang sama di Geografi UGM, saat di Jogja dulu.

Di samping persamaan, ada pula perbedaan kuliah di Amerika dibanding di Indonesia. Di Amerika, perkuliahan tingkat S1 relatif singkat karena para mahasiswanya tidak diharuskan membuat skripsi. Dalam masa empat tahun mereka sudah lulus jadi sarjana. Umumnya tugas-tugas praktikum, membaca, dan menulis singkat (2-3 halaman kuarto; spasi ganda) sering diberikan tiap minggu per mata kuliah tergantung jurusannya. Adapun di Indonesia, skripsi biasanya menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Bahkan ada mahasiswa yang tega “membeli skripsi” dari orang lain karena merasa berat untuk melakukan penelitian yang merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana.

Ada istilah yang diberikan untuk menunjukkan tingkatan masa pendidikan S1 di Amerika.  Tahun pertama disebut Freshmen (lama studi kurang dari 30 SKS): tahun kedua disebut Sophomore (30-59 SKS); tahun ketiga disebut Junior (60-89 SKS); dan tahun keempat disebut  Senior (lebih dari 90 SKS).   Selain itu, penyebutan tahun angkatan selalu tahun ke-4 dari tahun masuk. Misalnya, mahasiswa-baru tahun 2009 disebut “class of 2013”.

Tugas membaca dan menulis juga diberikan bagi mahasiswa pasca sarjana (graduate student), baik S2 maupun S3, namun lebih banyak dan berat dibanding S1. Untuk S2, beban kuliah di perguran tinggi Amerika umumnya 32 hours (SKS) dengan dua pilihan: thesis dan non-thesis. Bagi yang senang meneliti, mereka dapat mengambil 8 SKS untuk penelitiannya, sedangkan yang tidak melakukan penelitian tinggal menambah kelas hingga mencukupi 32 SKS. Umumnya, masa studi S2 adalah dua tahun. Hanya pada tingkat doktoral (PhD) mahasiswa harus mengadakan penelitian (dissertation) dengan masa studi lebih panjang (minimal 4 tahun).

This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

One Response to Belajar dan nilai

  1. AgamKelana says:

    Wach mantap Bos…jadi kuliah di Amerika ya
    jangan lupa disedot ilmunya untuk bawa pulang ke Aceh dan membangun Aceh ke masa depan yang lebih baik paling tidak seperti dulu lach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s