Press Conference


Tanggal 24 Maret 2009 lalu Presiden AS Barak Obama mengadakan konferensi pers untuk kedua kali. Obama menyampaikan kebijakannya terhadap masalah-masalah aktual yang sedang ditangani negara, dan kemudian para wartawan menanyakan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi langsung oleh sang presiden. Ini adalah hal yang biasa dalam hubungan eksekutif-pers di AS karena pers adalah salah-satu pilar demokrasi di samping eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bahkan sehari setelahnya, Gedung Putih membuka peluang bagi masyarakat untuk bertanya kepada Presiden secara online. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Perkembangan demokrasi di Indonesia semakin berkembang. Karena itu, sudah saatnya presiden/gubernur/walikota/bupati secara berkala mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan kebijakannya kepada publik. Hal ini merupakan salah-satu cara agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana kepemimpinan mereka dalam menghadapi masalah negara/daerah dan kesigapan mereka dalam menjawab pertanyaan/kritikan seputar kebijakan itu secara terbuka.

Singkatnya, koferensi pers dapat digunakan sebagai salah-satu bukti bahwa pemerintah mendukung adanya transparansi dalam kepemerintahannya, dan bukan hanya berhenti pada wacana belaka!

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s