Areal Parkir di Masjid Texas


Kemaren sore saya menghadiri sidang dewan kota kecil College Station, TX (lihat rekamannya). Kedatangan saya ke sidang yang secara reguler diadakan pada tiap Kamis minggu ke-2 dan ke-4 itu adalah untuk mendukung pengurus mesjid dalam rangka penolakan rencana pembangunan trotoar di samping masjid dan sekitarnya. Daerah ini memang didesain untuk permukiman, pendidikan, bisnis, dan tempat ibadah. Mesjid Bryan-College Station (BCS) ini berada di antara gereja-gereja Katolik/Protestan, apartemen, dan toko/bar.

Pemerintah kota College Station berencana memperbaharui pipa air minum yang telah berusia tua (terakhir dipasang tahun 1950-an) sekaligus menambah trotoar untuk pejalan kaki. Manfaatnya tidak hanya untuk melancarkan kebutuhan air bagi masyarakat setempat, tapi juga memudahkan pihak pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya di daerah dekat kampus Texas A&M yang semakin hari semakin padat itu. Hal ini telah dipresentasikan dalam Sidang Workshop pada tanggal 09 April 2009.

Efek samping dari penambahan trotoar adalah berkurangnya lahan parkir di kiri-kanan jalan (lihat peta). Salah-satu lahan parkir yang akan hilang adalah di samping mesjid. Padahal, mesjid BCS hanya memiliki tempat parkir untuk 25 mobil. Lahan yang terkena rencana pembangunan trotoar menampung 7 mobil. Ini memang jumlah yang kecil tapi sangat berarti bagi jamaah mesjid karena ruang parkir di lingkungan sekitar sangat terbatas. Apalagi jika hari jumat atau bulan Ramadhan. Tempat parkir komersial atau yang gratis memang ada tapi tanggung jaraknya dari mesjid.

trotoar

Secara keseluruhan, terdapat tiga pilihan rencana pembangunan yang diajukan dinas terkait: dua pilihan mengurangi lahan parkir, dan satu pilihan hanya memperbaiki pipa air dan aspal jalan tanpa menambah trotoar. Pilihan terakhir inilah yang diinginkan oleh komunitas muslim dan beberapa warga lainnya. Tiap warga yang terkena dampak rencana ini dapat menyampaikan pandangannya dan permintaannya kepada para anggota dewan yang dipilih secara langsung tiap dua tahun dan tak dibayar itu. Mereka harus mendengarkan pendapat masyarakat sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Sidang kemaren memutuskan agar rencana proyek diperbaiki dan keputusan final akan dibuat pada sidang berikutnya.

Menarik sekali melihat bagaimana masyarakat Amerika membicarakan masalahnya dan bagaimana proses pengambilan keputusan publik dibuat. Bagi saya, ini adalah sebuah “mata kuliah” berharga tentang bagaimana demokrasi yang efektif & efisien dijalankan.

Catatan:

Lihat juga:

This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

One Response to Areal Parkir di Masjid Texas

  1. Tia Luthu ^^ says:

    beda bgt ya bang ama Indonesia?? hehe..
    Sebentar lagi mau pulang kan? Jadi jangan kaget2 ama kondisi Indonesia ya.. Apalagi masalah demokrasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s