Ijab no qabul


Di suatu pasar.

Pembeli: Sekilo berapa, Pak?

Penjual: Rp 3500.

Pembeli: Rp 3000 aja ya? Saya beli 10 kg.

Penjual : (diam aja) Mau yg mana?

Setelah dibungkus.

Pembeli: Jadi, ini Rp 30 ribu.

Penjual : Rp 35 ribu.

Pembeli: Lho, tadi kan Rp 3000/kg?

Penjual: Nggak, Rp 3500.

Aduuh, pada mau ikutan kaum Nabi Syuaib tuh pedagang. Begitulah proses jual beli di Banda Aceh sekarang. Saya mengalami dua kali modus operandi yang sama. “Diam” ternyata tidak sama dengan “Ya”. Jadi, pastikan harga disepakati dulu secara eksplisit, baru beli.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s