IT Membaca Bencana


Apa yang paling dibutuhkan saat suatu bencana terjadi? Akan banyak jawabannya. Salah-satu yang paling penting adalah informasi. Saat gempa di Padang (30/9) yang lalu, warga sangat terbantu dengan tetap aktifnya layanan telepon Flexi dan XL. Keduanya tetap beroperasi dengan bantuan batere dan genset di saat PLN tak bisa lagi memasok listrik. XL misalnya, membuka posko yang memberi bantuan layanan telepon gratis ke seluruh nomor di Indonesia, dan bahkan membagi kartu prabayar gratis untuk telepon genggam yang masih hidup untuk dipakai menelepon keluarga.

Di Aceh, hal yang sama terjadi saat gempa dan tsunami  tanggal 26 Desember 2004. Dengan menggunakan ponsel Flexi,  saya sempat menelepon operator Telkom (tersambung ke Medan), keluarga di Jakarta, dan teman di Yogyakarta untuk memberitahukan  kejadian gempa hebat dan keadaan kami saat itu sebelum akhirnya ponsel itu mati kehabisan batere. Di tengah ketakutan itu saya berharap agar mereka segera dapat menghubungi media massa dan instansi terkait. Reaksi spontan ini sekali lagi menunjukkan bahwa informasi menjadi sangat penting di saat bencana terjadi.

Air Putih adalah contoh lain bagaimana pegiat information technology (IT) memiliki inisiatif dan kepekaan akan perlunya informasi saat bencana di Aceh. Mereka membantu pemerintah dan masyarakat memasang perangkat komunikasi di saat listrik dan telepon mati. Mungkin ini sebabnya mereka menamakan dirinya (yang kemudian menjadi suatu yayasan) “air putih” sebagai simbol kebutuhan dasar manusia.

Seiring perkembangan IT, kita menemukan situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, menjadi media untuk berkomunikasi. Jika Anda memiliki akun Facebook, cobalah cari Onno W. Purbo dan jadilah fan di page-nya. Saat ini ditulis, Onno terus-menerus memperbaharui statusnya dengan informasi kondisi gempa Sumatra. Para fannya pun turut menuliskan informasi yang mereka dapat  mengenai kondisi dan kebutuhan terkini masyarakat setempat di wall Onno, di samping juga komentar dan dukungan atas upaya Onno mengirimkan berita tersebut. Contoh informasinya: “Info dari Anisah Sofwati – Telah disediakan akses internet gratis utk masyarakat di Telkom Padang Jl. KH Ahmad Dahlan No. 17. Padang Tlp. 0751-446580 / 40731 / 7870554. Untuk wartawan, disediakan khusus ruangan di Gedung Telkom Jl Baginda Aziz Chan.” Fenomena ini dalam ilmu geography information science (GIScience) dikenal sebagai volunteered geographic information (VGI). VGI merupakan pelibatan masyarakat  luas dalam menyebarkan informasi kejadian di suatu tempat menggunakan internet  dan/atau jaringan seluler. Apa yang dilakukan Onno dan fansnya adalah suatu implementasi VGI untuk bencana alam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat perlu memanfaatkan para pegiat dan ahli IT dalam menangani bencana. VGI dapat menjadi salah-satu gerakan yang dipakai BNPB sehingga memungkinkan orang-orang seperti Onno  mendapat akses di situs BNPB untuk menyebarkan informasi terkini suatu bencana. Agar keakuratan informasi terkendali, mereka dapat direkrut sebagai sukarelawan, dilatih, dan dibekali dengan suatu standard operation procedure (SOP) dalam melaporkan kondisi terkini di tempatnya saat bencana akan, sedang, dan sudah terjadi. BNPB dapat juga menyebarkan informasi penting melalui SMS sebagai peringatan dini (early warning) bagi pamakai ponsel semua operator sekitar daerah bencana.

.

.

.

++++++++++++++++++++++++++++++

Berikut ini adalah informasi dari milis teman yang diteruskan ke email saya pada 03 Oktober 2009.

Dari: Asep


Tepat pukul 00.00 WIB, Sabtu, 3 Oktober 2009, AirPutih ICT Emergency Response Team berhasil meng-online- kan Kantor Gubernur Sumatera Barat.  Tepatnya di Jl. Jenderal Sudirman No. 15 Padang.

Kini, seluruh pengguna perangkat komunikasi berbasis internet di halaman dan tenda di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Barat bisa terhubung dengan internet selama 24 jam sehari. Layanan ini tersedia gratis dan terbuka bagi siapa saja.

Segala layanan ini didukung sepenuhnya oleh PSN, IndosatM2, APJII, Pro Patria Institute dan seluruh pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Kini, seluruh team akan meneruskan pergerakan untuk menghidupkanbanyak hotspot area di kawasan Sumatera Barat. Dua koneksi internet gratis hari ini telah tersedia di Satkorlak Provinsi Sumatera Barat di kota Padang dan di Posko Al Azhar ucapan terima kasih ke AirPutih,” ujar Jack dari Ibu Foundation. Peduli di Pariaman. Adanya koneksi gratis ini disambut gembira banyak pihak yang terlibat dalam penanganan bencana kali ini.

Koneksi internet darurat ini adalah koneksi internet pertama yang tersedia sejak terjadinya gempa. Bukan hanya relawan lokal saja yang menikmati akses gratis ini, melainkan juga sukarelawan asing. “Is it free?its nice,” ujar sukarelawa dari Turki yang mencari koneksi internet sejak ia datang tiga hari lalu.

“Bagus ini, sebab sejak hari pertama koneksi internet yang selalu dicari oleh wartawan dan relawan asing,” ungkap Azirman, staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika yang menyempatkan datang ke posko AirPutih.

Keberhasilan membuat koneksi darurat ini juga tak lepas dari kerjasama dengan relawan dari Telecom Sans Frontiers (TSF). Mereka sukarela meminjamkan akses poin mereka. Saat koneksi internet masih 512 K/s, nantinya koneksi ini akan ditambah dengan bandwith yang lebih besar.

Koneksi Internet Gratis di Padang dan Pariaman
1. Kantor Satkorlak Penangan Bencana
Gubernuran Provinsi Sumatera Barat
Jl. Sudirman Padang

2. Posko Al Azhar Peduli Umat
Jl. Raya Padang Pariaman, Korong Toboh Olo.
Nagari Toboh Gadang. Kecamatan Sintuk Toboh Gadang.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

One Response to IT Membaca Bencana

  1. zulfakriza says:

    VGI ide yang sangat cemerlang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s