Psikolog Membaca Bencana


Sejak bencana tsunami di Aceh hingga gempa Sumatra dua hari yang lalu, perhatian terhadap reaksi warga setempat menjadi penting. Apa reaksi pertama warga dan yang mereka lakukan untuk menyelamatkan diri adalah hal utama yang perlu dipelajari selain menangani trauma korban bencana. Pengetahuan tentang ini sangat membantu para pengambil keputusan dalam mengantisipasi beberapa hal, seperti:

  • perancangan sistem keselamatan/alur penyelamatan diri dalam gedung-gedung bertingkat (mitigasi struktural dan kesiapan warga);
  • penyiapan perangkat dan proses diseminasi informasi (peringatan dini);
  • mobilitas warga ke arah luar daerah bencana (proses evakuasi);

Menyiapkan psikis warga sebelum bencana terjadi adalah ujung tombak segala usaha menyelamatkan hidup manusia di samping mitigasi (baik struktural, seperti pembangunan rumah tahan gempa, pembuatan pemecah ombak, maupun non-struktural, seperti pembuatan aturan penggunaan lahan). Untuk itu pelatihan (drill) dengan simulasi bencana menjadi penting dalam tahap preparedness (kesiapan menghadapi bencana).

Tentu saja dukungan luar terhadap psikis korban/keluarga korban adalah hal yang tak dapat dielakkan. Semua perhatian terhadap psikologi korban menjadi bagian dari upaya kita memahami fenomena bencana alam yang terus terjadi di sepanjang tepi tektonik dan jalur gunung api Indonesia itu. Singkatnya, peran psikolog/sarjana psikologi sangat penting dalam memahami karakter manusia saat menghadapi bencana dan membantu meringankan luka jiwa mereka.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Psikolog Membaca Bencana

  1. zulfakriza says:

    Kejadian bencana menyisakan dampak yang memilukan, bukan hanya fisik tapi juga psikis. Terutama sekali pada anak-anak yang pasti akan mengganggu proses pertumbuhan.
    Seperti halnya cerita Hafalan Shalat Delisa, walaupun cerita ini fktif tapi memberikan gambaran tentang penderitaan seorang gadis kelas 1 MIN yang harus kehilangan ummi dan ketiga kakaknya akibat tsunami yang menerjang Lhok Nga 2004 silam.
    Cerita ini diangkat dalam sebuah novel yang ditulis oleh Terre Liye.

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s