Sahana


Info ini baru diperoleh. Ada satu aplikasi web untuk manajemen bencana yang diberi nama Sahana. Sudah mulai dicoba dalam penanganan bencana gempa Sumatra. Coba lihat di sini.

BNPB juga dapat mencoba menggunakan Sahana untuk mulai mengembangkan sistem informasi bencana yang lebih terbuka. Ini dapat menjadi bagian dari usaha Pemerintah melibatkan masyarakat. Mengapa  harus BNPB, bukankah masyarakat saja sudah cukup? Penanganan bencana teramat penting sehingga tidak bisa ditangani sambilan atau reaksional. BNPB memiliki kewenangan dan sumberdaya untuk menangani bencana karena memang dibuat untuk itu. Dalam keadaan tanpa bencana pun badan negara yang belia ini harus tetap siaga. Masyarakat dilibatkan karena saat bencana terjadi  energi atau semangat untuk berpartisipasi besar sehingga harus terarah, fokus, dan terorganisasi dengan baik.

Diharapkan saat:

  • prabencana kita akan memiliki kesiapan sumberdaya terlatih untuk memasok data;
  • segera seusai bencana mereka bisa langsung mengirimkan data, dan
  • pascabencana informasi rehabilitasi & rekonstruksi menjadi lebih termonitor.

Masalah yang paling sering dipertanyakan oleh para ahli bencana dan petugas pelaksana lapangan adalah keakuratan informasi dari metode sukarela ini. Hal ini wajar karena informasi sangat penting saat tanggap darurat. Kesalahan informasi tidak hanya menjengkelkan para petugas tapi juga membuang waktu dan tenaga untuk membantu korban. Pemerintah tentu tidak akan mempertaruhkan keselamatan warga untuk sesuatu yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk menghindari informasi palsu dan menjaga keakuratan data, masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri, kemudian mereka dibekali standard operation procedure (SOP), dan dilatih secara serius. Pendaftaran memerlukan data yang jelas dan benar sehingga informasi diri seperti tempat domisili, KTP, atau NIK (Nomor Induk Kependudukan) dapat diminta. Mereka, sebut saja Sahabat BNPB, dapat diberi kartu anggota sebagai salah-satu wujud ikatan/solidaritas  komunitas kemanusiaan ini. SOP dan pelatihan dapat dilakukan secara online. Try-out/simulasi dapat dilakukan secara reguler untuk berbagai jenis bencana.

Sistem manajemen bencana Sahana dapat terus dikembangkan karena bersifat terbuka (open source). Penambahan fitur notifikasi terhadap suatu data yang diperbaharui atau dikoreksi oleh anggota lain perlu dibuat.  Setiap informasi memiliki kode/nomor. Jika suatu data telah out of date, maka  pencari informasi akan tahu bahwa informasi nomor tertentu telah diperbaharui.

Ini hanya usulan yang masih premature. Tentu akan lahir ide-ide lain yang lebih mudah, murah, dan masuk akal.  Sahana menjadi awal bagi kita agar lebih serius memanfaatkan teknologi informasi dalam penanganan bencana. Prinsipnya adalah bagaimana cara agar masyarakat dapat menyediakan informasi kebencanaan yang dapat dipakai oleh para stakeholder penanggulangan bencana.

This entry was posted in Open Source. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s