Penadah Cendekiawan


Untuk menjadikan negara ini besar, kita harus memiliki sumberdaya manusia yang besar pula, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sumberdaya ini dapat disediakan sendiri atau dicari di lain tempat. Karena kemampuan kita terbatas dalam pendidikan, maka kita dapat membuka pintu bagi kedatangan para cendekiawan dari berbagai negara lain. Istilah “penadah cendekiawan” mungkin tepat untuk ini.

Penadah mungkin berkonotasi negatif, tapi dalam konteks ini dimaksudkan sebagai peran sederhana kita dalam menerima dan memakai siapa pun yang berpendidikan tinggi dan memiliki keterampilan di berbagai bidang untuk membangun negeri ini. Semua pekerjaan mesti diserahkan kepada orang yang memiliki kompetensi di bidangnya. Meritokrasi harus menggantikan koncoisasi atau familinisasi. Demikian pula dengan bayaran. Para cendekiwan ini harus dibayar dengan layak agar tak lari ke lain negeri.

Mengkoordinasikan para cendekiawan bisa mudah, bisa susah. Mudah karena mereka umumnya memiliki ‘peradaban’ yang lebih baik untuk mematuhi aturan yang ada. Bisa juga susah karena kekritisan mereka menghujam langsung kepada regulasi yang bodoh dan menyulitkan kreatifitas mereka. Untuk itu, pembuat regulasi, baik legislator maupun eksekutor harus pula diisi oleh para cendekiawan. Diharapkan, pemerintahan cerdas akan menghasilkan regulasi yang menyentuh akal sehat para cendekiawan pekerja sehingga mereka patuh.

Singkatnya, kita harus welcome kepada para cendekiawan. Negara besar dihasilkan dari kerja keras orang-orang cerdas di bidangnya. Negara ini akan menjadi lebih besar jika para cendekiawan merasa diterima untuk ikut membangun negeri.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s