Google Maps di QGIS


Bekerja dengan GIS membutuhkan data selengkap-lengkapnya agar analisis menjadi lebih berkualitas. Salah-satu sumber data yang sering dipakai adalah citra satelit atau foto udara. Namun, harga dua data penginderaan jauh itu tidak murah. Lalu, apakah ada sumber lain?

Google memiliki geodatabase yang sangat besar, meliputi seluruh dunia. Bahkan, untuk kota-kota besar, Google menyediakan Street View, yaitu suatu simulasi berkendaraan dan melihat fenomena sekitar dalam sudut pandang 360 derajat. Nah, untuk pengguna Quantum GIS, Anda dapat memanfaatkan citra satelit yang dimiliki Google secara gratis. Caranya, ikuti langkah berikut (saya memakai QGIS 1.5 di Ubuntu):

A. Instalasi plugin Google Layers

  1. Aktifkan internet.
  2. Klik menu Plugins>Fetch Python Plugins. Tunggu pembaharuan (updating) data beberapa saat, lalu muncul jendela “QGIS Python Plugin Installer”.
  3. Klik “Repositories“, dan klik tombol “Add 3rd party repositories” di bawahnya. Tunggu pembaharuan  data beberapa saat.
  4. Kembali ke tab “Plugins”, cari kata “google” pada kolom “Filter”. Anda akan segera melihat plugin “Google Layers”, dan silahkan diinstall. Jika selesai, klik “Close“.

B. Menggunakan CRS Google Maps

Google Maps menggunakan sistem koordinat (Coordinate Reference System [CRS]) yang unik, yaitu Google Mercator (ID 900913). Anda harus menggunakannya agar peta yang Anda miliki bisa ditumpangsusunkan (overlay) dengan peta Google Maps. Jika QGIS Anda belum memilikinya, tambahkan sendiri dengan langkah berikut ini.

Klik Edit>Custom CRS. Isikan kolom nama dengan “Google Mercator” dan kolom parameter dengan +proj=merc +a=6378137 +b=6378137 +lat_ts=0.0 +lon_0=0.0 +x_0=0.0 +y_0=0 +k=1.0 +units=m +nadgrids=@null +no_defs (copy-paste saja ke kolom parameter tersebut), lalu klik “OK“.

C. Menggunakan Google Layers

  1. Aktifkan internet.
  2. Klik menu File>Project Properties, lalu pada tab “Coordinate Reference System (CRS)” conteng “Enable ‘on the fly’ CRS transformation“.
  3. Masih di tab yang sama, cari CRS yang Anda buat tadi pada kolom “Search” dengan cara: pilih “Name” dan isikan kata “google”, lalu klik “Find“. Anda akan melihat “Google Mercator” tersorot, akhiri dengan “OK“.
  4. Tambahkan peta yang Anda miliki (atau download dari biropembangunan.acehprov.go.id) melalui menu Layer> Add Vector Layer.
  5. Untuk memilih jenis peta yang Anda inginkan dari Google Maps, klik Plugins> Google Layers> Settings, lalu pilih salah satu: Road Map, Mobile Map, Terrain Map, Satellite Map, atau Hybrid. Akhiri dengan “OK“.
  6. Untuk menampilkan peta dari Google Maps, klik Plugins> Google Layers> Google Layers, atau bisa juga dengan klik ikon Google Layers di toolbars “Plugins”. File gambar (JPG) dari Google akan disimpan dalam folder /tmp/google layers.

D. Menyimpan Citra Satelit Google

Citra satelit yang tampil berformat JPG. Untuk menyimpannya sebagai data raster dalam format lain, seperti GeoTIFF, IMG, dsb., ikuti langkah berikut:

  1. Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, klik menu Raster>Clipper.
  2. Pada jendela Clipper yang muncul, di bagian “Output file” klik Select dan Anda bisa mengisi nama dan format file raster yang ingin disimpan, misalnya, “bandaaceh.tif”. Jika sudah selesai, klik Save.
  3. Masih pada jendela Clipper, kursor mouse berubah bentuk menjadi tanda tambah (+). Tentukan area yang ingin disimpan dengan menggeser kursor itu pada citra Google membentuk segi empat. Anda bisa menconteng “Load into canvas when finished” untuk langsung menampilkan hasil potongan (crop/clip) tersebut pada layer. Jika sudah, klik OK.
  4. Anda mungkin perlu mengatur sistem koordinat (CRS) sesuai dengan peta yang saat ini tampil. Untuk itu, klik kanan pada layer “bandaaceh” dan pilih “Properties“. Aturlah CRS pada bagian “General“, dan tampilan citra pada bagian “Symbology“. Silahkan eksplorasi kedua bagian itu untuk mendapat hasil yang diinginkan.

Silahkan mencoba dari skala kecil ke skala lebih besar untuk melihat tampilan lokasi yang Anda inginkan. Have fun!

This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

6 Responses to Google Maps di QGIS

  1. Bhree says:

    Terimakasih, sepertinya Google projection ini enak juga untuk kerja analisis.

  2. yanto says:

    pak gimana kalau peta digitasi *.shp nya belum di registrasi, cara registrasinya bagaimana.
    supaya kalau di add ” open layer dengan google maps” bisa pas bertumpuk ?

    ++++
    Jawab:

    Ikuti poin C di atas.
    Syaratnya adalah peta SHP yang Anda miliki sudah benar koordinatnya. Maksudnya, posisi suatu tempat sesuai dg Lat/long. Misal, Tugu Monas berada di Latitude: 6° 11′ 30.108″ S & Longitude: 106° 49′ 37.891″ E (Desimal: -6,17497 & 106,827192)
    Poin C itu menyamakan sistem koordinat yg dipakai antara Google Maps dan SHP.

    Mudah2an membantu. :-)

  3. dion says:

    ma’af pak saya mau nanya.
    saya punya file shp digitasi peta. tetapi ketika di tempelkan di peta google maps tidak pas. mala melenceng di benua eropa.

    gimana cara membuat peta digitasi saya supaya pas peta google maps di Qgis.

    yantog98@gmail.com

  4. angga says:

    Saya memakai QGIS 1.7 tapi kenapa pada Plugin nya tidak ada Fetch Python Plugin nya ya?? terimakasih sebelumnya

    • khazanaharham says:

      Ini biasa terjadi kalau upgrade QGIS langsung dari versi sebelumnya. Coba uninstall QGIS hingga bersih. Jika menggunakan Ubuntu, folder .qgis (folder tersembunyi, tekan Ctrl+H utk tampil) yang ada di Home perlu dihapus juga. Lalu install ulang QGIS terbaru.

  5. wido says:

    terima kasih pak, postingnya sangat berguna :-)..
    apa cara ini bisa juga digunakan pada Quantum GiS versi 1.8 dan 2,0 pak??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s