Austria atau AS?


Hari ini, 9 September 2010, Presiden SBY menyambut dua tamu negara, Presiden Austria, Heinz Fischer, dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Perhatian saya tertuju pada: mana yang lebih menguntungkan bagi Indonesia?

Saya yakin masyarakat Indonesia tidak terlalu mengenal Austria, negara kecil di tengah-tengah Eropa. Sebaliknya, AS adalah negara super power yang terkenal seantero jagad. Dua hal yang sangat kontras itu hadir sebagai tamu kita pada hari yang sama. Bisa ditebak, penyambutan Presiden Fischer terkesan biasa-biasa saja; malah diselingi oleh alat penerjemah yang error. Sedangkan Obama disambut sangat luar biasa. Wajar saja, Austria menempati urutan investor ke-35 di Indonesia; sedangkan AS berada di peringkat ke-3. Ini satu dari banyak sebab mengapa penyambutan keduanya berbeda.

Namun, dengan melihat berbagai sisi perpolitikan dan ekonomi dunia; saya kok malah menduga bahwa jangan-jangan justru Austria yaang secara nyata memberi keuntungan yang signifikan bagi Indonesia ketimbang AS yang terkesan ‘entartaining’ saja.¬†Sebagai negara netral dan rangking-25 negara makmur, Austria bisa dikatakan tidak main-main dengan Indonesia, apalagi punya agenda tersembunyi yang sering dituduhkan pada AS. Soalnya, AS terlalu kental politiknya.

Kunjungan dua tamu negara tersebut ibarat kisah Al-Quran dalam surat ‘Abasa. Tidak persis memang, tapi kadang kita kurang mempedulikan orang-orang yang tampak lemah, padahal justru dialah yang akan menguatkan kita.

======

Simak pula Editorial MI tentang topik yang sama.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s