Garuda di Dada


 

Sumber: okezone.com

David Tobing melayangkan gugatan ke pengadilan dalam kasus penggunaan lambang negara “Garuda” pada kaos tim nasional sepak bola. Alasannya, sebagaimana dikutip Detik.com, “kaos bola berpotensi dikotori, robek, dan bahkan terkena tendang, terkena sikut, dilempar setelah dipakai. Dan harus diingat lambang negara yang ada di kaos bola pun akan mengalami hal yang sama.”

Benar begitu?

Menurut UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, Garuda bisa dipakai “sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga negara Indonesia yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri” serta “dalam penyelenggaraan peristiwa resmi.” (Pasal 52 huruf e dan f). Selanjutnya, “Lambang Negara sebagai lencana atau atribut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf e dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri.”

Dalam kasus timnas, mereka sedang bertanding sepak bola membela negara melawan negara lain dalam satu acara resmi. Jadi, memang diperuntukkan untuk kegiatan yang mengatasnamakan negara.

Untuk masalah “kotor, robek, dsb”, memang ada disebutkan dalam Pasal 57, yaitu “Setiap orang dilarang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara.” Tapi, itu memiliki syarat: “bermaksud menghina atau merendahkan”.

Kalau main bola, pastilah ada kemungkinan jatuh dan kena tanah/lumpur, jadi tidak ada maksud menghina lambang negara.

Bagaimana pendapat Anda?

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s