Belajar Memilih


Banyak hal yang bisa kita pelajari pada alam reformasi sejak 1998 ini. Ada yang menelaah lagi sistem pemerintahan; ada yang mendesain ulang pemilihan kepala daerah; ada yang mengkaji mazhab ekonomi; dan satu hal yang saat ini mengemuka adalah ada yang mulai belajar untuk memilih presiden yang benar.

Untuk hal terakhir itu, ungkapan yang sering muncul di media-media, umumnya lewat komentar pembaca, adalah “saya menyesal memilih SBY”. Alasan umum yang ada adalah karena ketidaktegasan Presiden ke-6 itu dalam masalah penegakan hukum.

Agaknya, pemilih kita mulai belajar.

Kita mulai melihat sendiri perbedaan antara demokrasi yang dijelaskan dalam text book dengan yang kita alami sendiri. Pembelajaran pemilih ini sangat penting dalam proses mendewasakan demokrasi suatu negara. Celakanya, ini membutuhkan waktu karena pelajaran-pelajaran baru itu muncul hanya saat periode-periode pemerintahan berganti.

Sebagai sebuah shortcut, mungkin kita bisa belajar dari pemimpin-pemimpin dunia yang sekarang atau yang telah lalu. Guru-guru sejarah sudah saatnya memasukkan kurikulum kepemimpinan dari perspektif sejarah. Bukan hanya kapan dan di mana suatu peristiwa terjadi, tapi mengenal lebih dekat pada biografi pemimpin-pemimpinnya, baik yang berhasil maupun yang gagal meraih kesejahteraan rakyat.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s