Parkir Termahal


Aulia Sofyan

Serambi Indonesia (09/08/2012)

OIDA Institute of Development Studies mengundang saya pekan lalu sebagai pembicara pada seminar internasional tentang pembangunan yang berkelanjutan di New Jersey. Tapi saya pilih menginap di New York empat hari, tepatnya di Carter Hotel, Manhattan, karena New York City yang bertetangga dengan New Jersey, lebih menarik bagi saya. 

New York adalah kota terpadat di Amerika Serikat (AS), sedangkan pusat metropolitan New York merupakan wilayah metropolitan terpadat di dunia. New York didirikan sebagai sebuah pos dagang komersial oleh Belanda tahun 1624. Permukiman ini dinamai Amsterdam Baru hingga 1664 ketika koloni ini berada di bawah kekuasaan Inggris. 

New York kemudian berperan sebagai ibu kota Amerika Serikat pada tahun 1785 hingga 1790. New York telah menjadi kota terbesar di AS sejak 1790. Sebanyak 800 bahasa dipertuturkan di sini. Kota ini menjadi wilayah urbanisasi terpadat di dunia pada awal 1920-an, mengalahkan London. Penghuninya melewati angka 10 juta jiwa pada 1930-an dan menjadi megakota pertama dalam sejarah manusia. 

Transportasi di New York yang sebagian besar beroperasi 24 jam, merupakan sistem paling rumit dan ekstensif di Amerika Utara. Sekitar satu dari tiga pengguna angkutan umum di AS dan 2/3 penumpang kereta di negara ini menetap di New York dan kota pinggirannya. Wilayah udara New York merupakan salah satu koridor transportasi udara tersibuk di dunia. Angkutan umum adalah moda angkutan paling populer di New York City. 54,6% Penduduk New York pergi ulang-alik naik angkutan umum menuju tempat kerjanya. 

Meski New York bergantung pada angkutan umum, jalan adalah fitur kota yang paling menentukan. Tata jalan Manhattan sangat memengaruhi pembangunan fisik kota. Beberapa jalan kota seperti Broadway, Wall Street, dan Madison Avenue juga digunakan sebagai sebutan untuk industri nasional yang terletak di sini, yaitu teater, keuangan, surat kabar, dan organisasi periklanan. 

Satu hal yang membuat saya terkejut adalah tingginya tarif parkir mobil di New York, mencapai Rp 120.000 lebih per jamnya. Makanya pemilik mobil pribadi enggan parkir lama-lama. Sebaliknya, taksi kuning merajai jalan-jalan di New York dan masyarakatnya lebih memilih transportasi umum seperi bus, kereta api, dan taksi.

Karena background saya perencanaan kota dan wilayah, saya tertarik menganalisis city plan dari New York yang dikategorikan sebagai salah satu tata kota paling maju di dunia. 

Menurut Union Bank of Switzerland, beberapa nama kota paling maju di dunia adalah New York, Los Angeles, Kopenhagen, Zurich, Jenewa, Oslo, London, Muenchen, Stockholm, dan Sydney. Ternyata, meskipun keadaan geografis mereka berbeda, tata kota dari masing-masing ibu kota negara maju tersebut mengacu kepada bentuk grid atau blok. Sistem grid, menurut Palma Nouva dalam bukunya Asterisk Shaped Pattern, merupakan sistem pola jalan bersudut siku atau grid pada kota. Bagian-bagian kotanya dibagi sedemikian rupa menjadi blok-blok empat persegi panjang dengan jalan-jalan yang paralel. Jalan-jalan di dalamnya dengan demikian menjadi tegak lurus satu sama lain. 

Sistem grid juga memungkinkan kota ini berkembang pesat, tapi tetap mengikuti sistem susunan yang ditentukan sebelumnya. Keuntungan lainnya, pola ini membuat sistem rute yang mudah dimengerti oleh masyarakat banyak. Layanan transportasi umum pun bisa lebih merata dengan sistem grid ini, karena sistem lintasannya paralel. 

Sistem grid ini pun membentuk keteraturan sehingga membuat arus transportasi pun menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini pun membuat banyak pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. 

Di samping itu, hal ini menjadi penunjang dalam menciptakan kota yang tidak menimbulkan stres bagi warga kotanya. Kapan kota-kota besar di Aceh, dibangun dengan sistem grid ini?

This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s