Remaja Muslim Alternatif Harapan Bangsa


Catatan:

Tulisan ini selesai dikarang pada 07 Oktober 1994 ketika saya masih duduk di SMA. Saya menuliskannya untuk disertakan pada lomba mengarang yang diadakan Kantor Wilayah Departemen Agama D.I. Aceh ketika itu. Saya lupa dapat juara berapa, tapi saya ingat hadiahnya adalah sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka.

Ini adalah sebuah manuskrip. Saya menemukannya kemaren di rak pustaka Bapak di rumah. Sudah lusuh dan merupakan hasil fotokopi, sedangkan naskah aslinya diserahkan ke panitia lomba. Terlihat jelas bahwa naskah ini diketik dengan mesin tik manual dan berusaha diatur agar marginnya rata kiri-kanan (justified). Tekniknya saya temukan setelah memperhatikan buku-buka cetakan yang pengetikannya rata kiri-kanan. Saya menyimpulkan bahwa ini dapat dilakukan dengan mesin tik jika ditambahkan spasi antar-kata sedemikian rupa sehingga ujung kalimat bisa rata sesuai margin kanan yang diatur.

Tulisan yang dipindahkan ke blog ini tidak mengalami editing kalimat. Hanya titik dan koma saja saya perbaiki agar lebih mudah dibaca.

Saya mendengar kabar bahwa Bapak Fauzi Yus yang merupakan guru Bahasa Indonesia kami telah wafat saat bencana gempa dan tsunami tahun 2004. Semoga Allah menghitung tulisan ini sebagai amal jariah beliau. Sungguh, Allah itu Maha Berterimakasih dan Maha Penyantun.

Saya tersenyum-senyum membaca isi tulisan ini. My younger one remind me of something, to be kind, smart, and wise.

============ 

Kata Pengantar

Syukur Alhamdulillah, prosa dengan judul REMAJA MUSLIM ALTERNATIF HARAPAN BANGSA yang dilatarbelakangi oleh tema Sayembara mengarang DEPAG Prop. D.I. Aceh, yaitu: Cinta Tanah Air Bahagian dari Iman telah selesai dirampungkan.

Karangan ini ditujukan untuk menggugah remaja muslim Indonesia untuk lebih mengatahui pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan nasional yang dilandasi ketaqwaan kepada ALLAH SWT.

Namun demikian, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam prosa ini. Oleh karena itu, sumbang saran dari pembaca sangat diharapkan. Juga terima kasih kepada Bapak Fauzi Yus yang telah membimbing dalam penulisan ini.

Demikianlah, atas perhatiannya penulis ucapkan ribuan terima kasih.

Banda Aceh, 8 Oktober 1994

Penulis

***

REMAJA MUSLIM ALTERNATIF HARAPAN BANGSA

Berbicara mengenai pembangunan dan nasib suatu bangsa dan negara, baik pembangunan politik, sosial, ekonomi dan pertahanan keamanan maupun keagamaan pastilah kita tidak akan melupakan suatu kelompok masyarakat yang terbesar yaitu generasi muda atau remaja. Remaja sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa berperan cukup penting dalam menggerakkan roda kemakmuran bangsa itu sendiri.

Akan halnya Indonesia sebagai suatu negara yang sedang berkembang dan berpenduduk cukup besar tentu menyadari hal itu. Betapa usaha pembangunan sekarang begitu terpadu dan terkendali dengan menggerakkan semua bidang kehidupan masyarakat.

Remaja sebagai salah-satu kelompok yang hidup di nusantara ini berpotensi besar untuk meneruskan, memajukan, dan mewujudkan harapan generasi tuanya. Oleh karena itu, bagi remaja muslim khususnya, semangat yang dikembangkan oleh Rasulullah SAW yaitu “cinta tanah air sebagian dari iman” betul-betul perlu ditanamkan kepada mereka.

Sebagai remaja muslim, nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan sebagai warga negara tercinta ini harus tetap kokoh dalam jiwa dan perbuatannya sehari-hari. Oleh karena itu, generasi tua sebagai pendidik harus waspada terhadap tanda-tanda zaman yang semakin hari makin berubah mempengaruhi jiwa-jiwa muda putra-putrinya, karena  cenderung mencontoh atau meniru apa yang dilihat dan didengarnya dengan tanpa penyaringan dan pertimbangan terlebih dahulu.

Apa yang terjadi jika remaja kita sampai lepas dari pendidikan dan pergaulan yang islami? Salah-satunya, dan ini barangkali yang paling mungkin, mereka akan menjadi apa yang disebut dengan “mulhid” yang berarti menyeleweng dari agama, bahkan memaki agamanya sendiri. Bahkan ini bisa mengakibatkan runtuhnya suatu negara, karena remaja seperti ini akan sangat mengagungkan daya intelektualitas pribadinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi dipandangnya sebagai satu-satunya sarana mencapai kebahagiaan. Allah baginya tak lebih dari suatu yang tidak ada. Keberadaan Rasulullah pun dengan sendirinya akan ia tentang, kebahagiaan akhirat merupakan sesuatu yang khayali.

Remaja muslim demikian adalah mereka yang lepas dari pendidikan dan pergaulan islami. Mereka tidak mengenal peradaban serta landasan-landasan yang menjadi pokok hidayah. Mereka sampai demikian karena orang tua mereka memberi kebebasan terlampau besar, sampai pun untuk tidak menjalankan rukun Islam, terutama shalat sebagai tiang agama. Pergaulan mereka di luar rumah dan sekolah kadang kala tidak dikontrol.

Di sekolah, pendidikan agama yang mereka terima mungkin saja sangat minim, hanya dua jam mata pelajaran. Oleh karena itu, guru tidak mampu untuk menyentuh batin mereka seminggu sekali sehingga pendidikan agama di sekolah-sekolah umum dirasakan tidak cukup untuk meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, padahal itu adalah hal yang utama dan pertama yang ingin dibangun sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Yang tidak kalah penting ialah buku-buku dan bacaan mereka setiap hari, yang sepi dari isi akidah dan syariat Islam. Kalau sudah demikian, bisa diduga kalau yang mereka senangi adalah tata cara pergaulan dan peradaban yang mendekatkan mereka pada pergaulan bebas. Ini tentunya tidak sesuai dengan ajaran agama dan kebudayaan bangsa.

Situasi sekarang yang terbuka memberi peluang sangat besar kepada perkembangan remaja. Menghadapi demikian, remaja, orang tua, masyarakat dan pemerintah dituntut untuk sangat mencermati pendidikan dan pergaulan mereka.

Walaupun hal di atas menggambarkan keadaan yang tidak baik dari para remaja bangsa ini, tapi kita sangat bersyukur bahwa di Indonesia, sebagaimana tersebut di atas, pendidikan nasionalnya mencakup dua dimensi, yaitu iman dan taqwa (imtaq) kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kedua dimensi ini akan saling mengisi, dan memang cita-cita bangsa untuk mampu mengisi generasi penerus dengan dua dimensi itu sudah jauh-jauh hari dipikirkan.

Remaja Indonesia, khususnya remaja muslim perlu dibina dan dikembangkan rasa berbangsa dan bernegara, idealisme, patriotisme dan harga diri, wasasan ke masa depan, kekokohan kepribadian dan disiplin, budi pekerti, kesegaran jasmani dan daya kreasi, kemandirian, keterampilan, ilmu kepemimpinan, semangat kerja keras dan kepeloporan serta mendorong partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau hal tersebut diwujudkan, maka akan lahirlah “remaja muslim alternatif” yang merupakan generasi muda harapan bangsa dan negara.

Di negara ini, Islam memang mayoritas, tapi bukanlah berarti kita akan menjadi penakluk dan penjajah umat beragama lain, melainkan kita harus menjadi umat yang melindungi dan menolong yang lain. Bersama umat beragama lain kita harus bekerja sama dalam melaksanakan pembangunan republik tercinta ini. Hanya dengan persatuan dan kesatuan, kita bisa merebut kemerdekaan dan dengan itu pula kita mempertahankan sekaligus membangun bangsa Indonesia ini.

Sebagai remaja alternatif (pilihan), remaja muslim dituntut keikutsertaan aktif dalam wadah-wadah kepemudaan untuk memantapkan fungsi dan peranan wadah-wadah itu sebagaimana diinginkan. Kita bisa aktif dalam KNPI, Remaja Masjid, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), organisasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan organisasi fungsional pemuda lainnya.

Kesemua organisasi di atas berguna melatih kemandirian dan membina rasa tanggung jawab kepada kelompoknya. Namun, bukan berarti di sini ingin dikembangkan sikap fanatisme sempit, yaitu merasa benar sendiri dan memandang kelompok lain secara subjektif tapa mau berkompromi. Sikap fanatisme sempit seperti ini akan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Tetapi, yang ingin dikembangkan adalah rasa percaya diri guna menghadapi regenerasi kepemimpinan nasional di masa mendatang, di mana dengan berorganisasi, remaja kita akan terlatih untuk memimpin dan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat Indonesia apabila nantinya mereka terpilih sebagai pemimpin bangsa ini.

Kita semua berharap, dengan selalu ingat dan yakin bahwa partisipasi kita dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai salah-satu wujud kecintaan kita kepada tanah air di mana bagi kaum muslimin merupakan hal yang mutlak untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Semoga “remaja muslim alternatif” betul-betul bisa diandalkan dan menjadi calon-calon pemimpin republik ini di masa yang akan datang. Insya Allah.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

One Response to Remaja Muslim Alternatif Harapan Bangsa

  1. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami

    Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
    Berjihad dalam naungan Khilafah Islam demi Tegaknya Kedaulatan Dinul Islam.

    Tinggalkan Semua Bentuk Kemusyrikan Mari Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    dan Kini Saatnya Menjadi Bangsa Islam Dalam Naungan Khilafah Islam

    Kunjungi Undangan kami
    Kehadiran Anda kami tunggu di
    di http://khilafahislam.de.pl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s