Yuzarsif


Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. {Yusuf: 03}

[We narrate to thee the best of narratives, in that We have revealed to thee this Qur’an, though before this thou wast of those unaware. {Joseph: 03}]

Ada kesibukan baru di keluarga kami belakangan ini, yaitu nonton bareng sinetron. Filmnya berdurasi satu jam per-episode. Kami perlu berhari-hari untuk menyelesaikannya karena ada 45 episode menanti. Tidak cukup dengan tayangan televisi, DVD pun kami beli untuk menuntaskan hasrat menikmati kisah cinta di dalamnya yang penuh intrik dan muslihat. Cerminan klasik keluarga Indonesia? Jawabannya bisa “ya” dan bisa “tidak”.

“Ya” karena sinetron adalah tayangan yang jamak disiarkan televisi nasional kita. Semua orang di saat jam istirahat di waktu malam dapat menyaksikan acara ini di hampir semua saluran. Kisah cinta berbalut komedi atau religi biasanya mendapat rating tinggi. Bertahun-tahun sebuah serial TV itu biasanya baru kelar dan mungkin tak ada yang jemu untuk mengulanginya lagi pada sinetron lain.

Adapun jawaban “tidak” karena yang kami tonton bukan sinetron biasa, melainkan sebuah kisah terbaik (ahsanal qashashi) tentang perjalanan hidup Nabi Yusuf a.s. Film “Yusuf” besutan  Farajullah Salahshur, sutradara asal Iran, ini sungguh patut menjadi tontonan prime time  keluarga karena mengandung pendidikan segala hal yang diperlukan semua orang.

Kisah Nabi Yusuf a.s. bertutur tentang keshalehan pribadi dan sosial, mulai dari ikatan keluarga, kerja keras, tanggung jawab, kesyukuran, keberanian, dan sifat pantang menyerah hingga soal kepemimpinan, team work, gerakan pembebasan dan egalitarian, perdagangan, ilmu politik, teknologi pertanian, ilmu pemerintahan, lingkungan hidup, geografi, statistik, keuangan, logistik, pertanahan, pengairan, perencanaan, kehakiman, kriminalogi, dan fashion. Menariknya, kisah terbaik ini dibalut dalam satu wadah utama, yaitu cinta.

Kisah Yusuf a.s. sesungguhnya adalah kisah cinta kepada segala hal yang baik dan diridhai Tuhan. Semua unsur pendidikan, berupa kognitif, afektif, psikomotorik secara kental ditunjukkan kemenakan Ismail a.s ini di setiap hal. Ketika ia mampu menafsirkan mimpi sang Raja untuk menghadapi paceklik, ia siap menanganinya dengan manajerial yang baik. Ketika semua orang membungkuk di hadapan manusia, ia tetap tegak tanpa mengurangi penghormatannya kepada sesama. Bahkan, ketika politik kotor dimainkan musuh-musuhnya untuk mencelakakannya, ia selalu mengakhirinya sebagai si Pemenang-yang-Memaafkan. Karakter Yusuf, sebagaimana kata Ya’qub a.s. ayahnya, adalah cerminan sifat-sifat ilahiyah.

Dalam mengemban tugas sebagai menteri koordinator kesejahteraan rakyat, Yuzarsif (sebutan orang Mesir kepada Nabi Yusuf a.s.)  menyadari bahwa benar atau pintar sendiri tak ada manfaatnya bagi publik. Ide-idenya dapat saja tidak dijalankan jika  hanya main perintah. Karena itu, pelibatan seluruh rakyat dilakukannya dalam persiapan pengadaan dan pengolahan lahan pertanian. Pajak orang-orang kaya menjadi sumber modal awal pendanaan proyek ini. Tak ketinggalan, bimbingan teknis penyimpanan hasil panen agar bertahan hingga tujuh tahun dilakukan di seluruh negeri. Singkatnya, kesuksesan negara memang membutuhkan leadership, tapi followership yang tak boleh bodoh adalah sisi lain mata uang suatu civil society.

Kami, penonton sinetron, percaya bahwa jika hanya duduk berjam-jam di depan telivisi, bahkan untuk menonton kisah terbaik sekalipun, maka itu tetap tak akan memberi pengaruh apa-apa kepada diri kami dan masyarakat. Diperlukan kerja keras di luar sana untuk membuktikan bahwa apa yang kita tahu (knowledge) dapat menjelma menjadi ilmu pengetahuan (science) dan kearifan (wisdom) yang dapat menjadi solusi bagi masalah keseharian kita.**

This entry was posted in Al-Furqan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Yuzarsif

  1. Ricko says:

    Apakah judul sinetron yang dimaksud?
    Dapat didapatkan dimana? terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s