Keras tapi Baik


Untuk kesekian kali, sebuah stasiun televisi menayangkan lagi Ice Age, sebuah film animasi komedi tentang tiga sekawan, Manfret (seekor mammoth), Sid (megalonyx), dan Diego (smilodon). Film ini adalah salah-satu favorit saya.

Saya menyukai ketiga karakter utama Ice Age, terutama si Manfret yang besar, kuat, dan serius. Ia berbeda sekali dengan Sid yang lucu dan periang. Biarpun begitu, si nenek-moyang-gajah itu setia, penolong, dan baik hati.

Saya menyukai karakter yang santun dan baik. Tapi, saya lebih menyukai karakter yang keras tapi baik. Unik memang. Karakter model ini sepertinya sulit untuk berbohong. Ia keras dan tentunya tak ada yang menyukai pribadi keras. Tapi, di situlah menariknya. Kebaikan yang ia miliki seolah tanpa pamrih. Orang tidak suka, ya, silahkan karena “kulitnya” memang sudah keras; dan jika orang menyukainya karena baik maka ia tetap tak peduli dan tetap keras. Keikhlasan mungkin akan mudah dilakoni oleh yang berkarakter seperti ini.

Selain Manfret, menurut amatan saya, yang memiliki karakter keras tapi baik hati adalah Sullivan (Monster Inc.), Shrek, Ralph (Wrack-It Ralph), Hulk, Wolverine, Warren Peace (Sky High), Mr. B (The A Team), dan Naga Bonar yang mewakili tokoh fiksi. Agaknya Hollywood senang juga dengan karakter ini. Sedangkan di dunia nyata, sebut saja misalnya Miyamoto Musashi, Jusuf Kalla, dan Umar bin Khattab.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s