Let’s Race, Dad!


Bapak memiliki niatan yang kuat untuk membangun masjid dan sekolah. Sebenarnya, ia tidak pernah sendirian membangun. Komunitas muslim di Peusangan dan di luarnyalah yang menyumbangkan dana dan tenaga untuk mewujudkan Peusangan yang berkemajuan dan islami.

Satu masjid di kampung Bapak, Jangka, diberi nama “Al-Amin”  yang terinspirasi dari namanya, sebagai penghormatan warga sekitar pada perannya mengkoordinasikan pembangunan masjid itu. Di tempat lain, “Auditorium M.A. Jangka” di kampus Universitas Al-Muslim juga menjadi wujud penghargaan komunitas kampus itu pada keikutsertaannya bersama segenap warga setempat menghidupkan kembali semangat ulama tempoe doeloe menghadirkan pendidikan tinggi di sana.

Komunitas memang kekuatan yang besar. Menggerakkan komunitas berbeda dari sekedar mendirikan organisasi. Gerakan komunitas ibarat jantung pada tubuh kita. Tanpa itu, organisasi mati. Bahkan, jika ia ada secara de jure dan mati secara de facto, maka ia bagai zombie.

Allah berpesan untuk berlomba dalam kebaikan. Karena itu, saya akan berlomba dalam hal menggiatkan komunitas untuk membangun peradaban dan kemajuan. Berlomba dengan pencapaian almarhum Bapak mengumpulkan ilmu yang bermanfaat dan sadaqah jariyah sebanyak-banyaknya.

Let’s race, Dad!

This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s