Bijak


Kalian tahu jujur itu bagaimana?
Lihatlah mata bayi, engkau ‘kan paham

Lalu, engkau kira bayi itu lugu?
Bukan, Sahabat
Ia mengajarkanmu untuk tidak berpura-pura

Engkau suka senyumannya?
Lagi-lagi, ia hanya sedang mengingatkanmu untuk ikhlas

Menangiskah ia?
Ia boleh jadi sedang menasihatimu untuk tidak bersandiwara
Ia ‘kan segera diam saat didekap sayang
Saat air susu ibunya membasahi urat nadinya
Takkan lebih ia menangis

Belajarlah dari bayi
Engkau ‘kan bijak, Sahabat.***

-Arif Arham

This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s