Pemimpin Baru


​Pemimpin-pemimpin (dengan pemikiran) baru itu dapat ditandai dengan cara mereka berkampanye. Di antaranya:

  1. Mengggunakan sedikit media cetak (kertas, spanduk, dsb.). Kalau pun ada, selebarannya memakai halaman kosong kertas bekas (sisa printing satu sisi dari kantor-kantor pemerintah yang boros ATK, kertas ujian sekolah, dsb.). Mereka lebih suka e-campaign atau viral campaign (ada tidak, ya istilah ini?) via Facebook, Twitter, blog, vlog, dsb.
  2. Memperkenalkan diri dengan ide-ide berkemajuan dan prestasi yang telah diraih, bukan dengan make-up dan photoshop.
  3. Dibayar oleh fans-nya (fund raiser), bukan malah membagikan kaos atau sarung.
  4. Test to the limit, artinya ia tahu kemungkinan tak terpilih karena pemilih cerdas masih sedikit, ditambah tekanan partai-partai yang masih old-school-campaign-style, tapi ia terus maju sampai status/tweet terakhir. Dan hei! Karena mereka pemimpin, tetap memimpin walau tak jadi presiden, gubernur, bupati, atau wakil rakyat.

Jika bertemu dengan model kampanye seperti di atas, boleh tak kalian pilih kandidatnya. Tapi, itulah pemimpin-pemimpin (dengan pemikiran) baru.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s