Ahok


Yg menjadi masalah dlm sistem “council-major” spt. sekarang adalah kepemimpinan simbolik bergabung dg kepemimpinan manajerial pd satu orang, yaitu gubernur/walikota/bupati.

Kita suka pada kharisma seseorang, tapi boleh jadi ia gagap dg pemerintahan. Sebaliknya, seperti Ahok, piawai dlm manajerial tapi bukan orang yg berkharisma. Yg lebih tidak mungkin, meminta Ahok terus-menerus mengurusi DKI karena adanya pembatasan periode jabatan.

Karena itulah, ini perlu didiskusikan dlm rangka perbaikan pemerintahan daerah. Saya, sekali lagi, menyodorkan sistem “council-manager form of government” (  http://www.nogalesaz.gov/index.cfm?fuseaction=content.faq&faqTypeID=34 ) utk diterapkan.

#pemdacerdas

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s