Nasihat


Aceh masih termasuk daerah tertinggal. Karena itu, ia harus dimajukan dengan mempercepat langkahnya. Caranya? Saya tidak benar-benar tahu, tapi belajar dari tempat-tempat lain, dalam dan luar negeri, bahkan dari daerah di Aceh sendiri, dapatlah diutarakan nasihat seperti ini.

Pertama, sadarlah posisi kita hari ini. Itu tadi, Aceh masih termasuk daerah tertinggal.

Kedua, setiap urusan ada ahlinya. Mempercepat langkah agar tidak tertinggal lagi hendaknya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas di bidangnya. Tanpa itu, kampanye berapi-api untuk memajukan daerah ini hanya cet langet (bualan) belaka.

Ketiga, demokrasi berhasil jika pemerintahannya dijalankan dengan baik secara sistemik, bukan karena peran satu-dua orang semata. Team work adalah kata kunci. Bahkan, masyarakat adalah anggota tim yang paling penting. Adopsilah sistem perencanaan program, pemantauan, dan keuangan yang transparan. Ini memastikan niat dan amal akan selalu tampak terang-benderang sehingga tiap kali kecenderungan koruptif muncul, akan ditangkis sebelum itu terjadi.

Keempat, tetaplah selalu punya harapan. Jika kita yakin pada “hal jazaul ihsan illal ihsan”, maka tidak ada jalan lain selain selalu tetap positif.

Wallahu’alam.

This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s