High Politics feat. Low Politics


Pada mulanya, high politics membicarakan keberlangsungan hidup sebuah negara, termasuk hubungan internasional, perdamaian dunia, dan pertahanan. Adapun low politics berkisah tentang hal-hal yang terkait dengan kesejahteraan negara, seperti perdagangan, pendidikan, keamanan, dsb.

Kemudian para ahli ilmu politik melihat ada hubungan antara dua kajian politik di atas, yaitu bahwa keberlangsungan hidup negara terkait erat dengan kesejahteraan warganya.

High politics disadari sebagai pembuka jalan bagi low politics. Perdagangan antara AS dan Kuba dapat kembali berlangsung normal sesudah kunjungan Obama ke negeri Castro itu pada Maret 2016. Kunjungan simbolis ini adalah high politics, dan perdagangan antarkedua negara adalah low politics.

Agaknya, konsep high politics dan low politics tidak mengapa diperluas penggunaannya dalam struktur dan wilayah lebih kecil dari negara. Sebagai contoh, kesepakatan damai Pemerintah RI dan GAM adalah pembuka jalan (cah rauh) bagi pembangunan kembali Aceh pasca konflik dan bencana alam.

Jelaslah bahwa jika high politics sukses, maka low politics menemukan jalannya untuk mulai berdenyut.

Yang terpenting diingat adalah bahwa low politics tidak boleh melupakan komitmen high politics. Kesejahteraan rakyat melalui tata pemerintahan yang transparan; listrik yang selalu menyala; air bersih yang selalu mengalir; transportasi massa yang tepat waktu; pemilu yang bebas, rahasia dan jurdil; dsb. adalah low politics yang patut dijalankan dengan serius.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s