SOP Penentuan Lokasi Tarawih


Saat aku kecil, sepekan menjelang puasa, setiap rumah di kampung kami sudah memiliki tiga lembar kertas informasi penting: jadwal waktu puasa dan jadwal imam/penceramah di mesjid dan di meunasah.

Seperti yg lain, informasi jadwal puasa memandu warga untuk berbuka dan imsak selama Ramadan. Sedangkan jadwal imam dan penceramah aku gunakan untuk menentukan di mana shalat tarawih malam itu aku hadiri. Untuk ini ada SOP-nya:

Pertama, ikut Bapak. Jika Bapak jadi imam atau penceramah di meunasah, maka ke meunasahlah aku dan adik-abang malam itu berjamaah.

Kedua, penceramah beken. Jika ada penceramah populer di mesjid, maka meunasah tak aku sambangi malam itu.

Ketiga, imam merdu. Beberapa imam telah aku identifikasi. Ada yg merdu, ringan bacaannya, dan bersemangat. Ada pula yg berat dan lambat bacaannya. Nah, aku memilih yg merdu-ringan-bersemangat itu. Namun, kadang terjadi pergantian imam tanpa pemberitahuan. Jika imam pengganti terklasifikasi berat-lambat, maka mudah2an aku termasuk orang yg sabar malam itu.

Keempat, jika dan hanya jika tak ada salah-satu dari tiga standar operasional di atas, maka lokasi tarawih secara default adalah meunasah. Selain lebih dekat, di sanalah pujaan hati rutin tarawih :-)

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s