Masjid Besar Peusangan


Malam ini, saya berkesempatan taraweh di kampung halaman. Kira-kira, sejauh inilah saya duduk mendengarkan ceramah Gubernur Ibrahim Hasan sekitar tahun 1990. Saat itu, Masjid Besar Peusangan ini termasuk salah-satu yg terluas di Aceh.

image

Saya perhatikan, desain interior masjid di Kota Matangglumpang Dua ini tidak banyak berubah. Bahkan, ubin-ubinnya masih kokoh setelah hampir empat dekade. Ukiran di dinding depan yang ditempah lebih setahun lamanya itu juga masih indah tanpa cela. Inilah amal jariyah bagi orang-orang yang membinanya.

Aduhai, pahalanya takkan pernah putus!

This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s