Bacalah


Salah-satu cara agar mahasiswa mau membaca adalah dengan menghadirkan tulisan yang “bisa-dibaca-cepat” (kita singkat saja dengan “BDC”). Ini tidak saja berhasil untuk mahasiswa yang malas membaca, tapi juga untuk yang kutu buku. Bagaimana BDC itu? Ada banyak metodenya. Yang saya gemari adalah melalui sistematika penulisan paragraf-paragrafnya.

Pada paragraf pertama, penulis memaparkan tema apa yang hendak dibahas secara keseluruhan. Pembaca-cepat harus membaca secara detil paragraf ini.

Paragraf kedua, ketiga, dan seterusnya hingga paragraf kedua terakhir, berisi perincian atau ulasan detil dari paragraf pertama. Pembaca-cepat cukup membaca kalimat pertama masing-masing paragraf ini untuk mengetahui isinya.

Adapun pada paragraf terakhir, sampaikanlah kesimpulan dari tulisan secara keseluruhan. Kesimpulan bukanlah menuliskan kembali poin-poin yang ada di paragraf pertama, kedua dan seterusnya di atas, tapi berupa gagasan baru yang diilhami dari uraian panjang lebar paragraf-paragraf sebelumnya. Seperti halnya paragraf pertama, pembaca-cepat juga perlu membaca seluruh isi paragraf terakhir ini.

Membaca cepat sebuah tulisan yang menggunakan sistem BDC dapat membuat mahasiswa segera menyerap informasi baru melalui kalimat-kalimat kunci. Tapi, itu bukanlah tujuan sebenarnya. Yang hendak dituju adalah kesadaran bahwa membaca itu penting dan perlu digiatkan.

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s