Tablet


Matangglumpang Dua, Lebaran 2016

Aku menyambangi lemari besar itu lagi. Buku-buku, album foto keluarga, dan pernak-pernik sudah lama dengan setia menemani rak-rak kokohnya. Bapak memang menyusun pustakanya dengan rapi.
Aku berkeliling melihat-lihat. Tanpa sengaja, mataku tertuju pada sebuah laci di bagian paling bawah lemari tua itu. Aku tertarik ingin mengetahui isinya.
Dengan berjongkok, aku tarik laci itu keluar. Agak berdebu di dalamnya. Sebuah map biru pucat teronggok di lapisan paling atas isi laci itu. Aku membukanya. Isinya, kertas-kertas kerja Bapak puluhan tahun lalu yang sudah menguning.
Kulihat lagi isi laci paling bawah lemari tua itu. Ada amplop besar berwarna coklat muda di urutan terbawah lapisan dokumen-dokumen itu.
“Layar kaca elektronik,” tulisan tangan khas milik Bapak tertera di salah-satu sisi amplop. Aku meraihnya. Terasa berat.
“Apakah isinya pigura foto?” gumamku penasaran. Segera kutarik keluar amplop itu dari laci yang menyembunyikannya. Lalu, kubuka penutupnya yang terikat lem. Pelan-pelan.
“Tablet!” kataku terperanjat.
Seingatku, Bapak tak pernah terlihat bekerja dengan komputer atau ponsel pintar ini. Ah, jelas saja. Mana ada barang ini dua puluh atau tiga puluh tahun lalu!
“Tapi, mengapa Bapak menuliskan “Layar kaca elektronik” di amplop yang tampaknya sengaja disembunyikan itu?” aku kebingungan. “Mungkin salah-satu adikku atau abangku ada yang menggunakan amplop itu untuk mrnyimpan tabletnya. Tapi, buat apa? Tapi, tulisan Bapak itu?” ah, kepalaku pening menghadapi rasa penasaranku ini.
Penasaranku makin menjadi. Tombol untuk menghidupkan tablet itu kutekan. Tidak terjadi apa-apa. Sepertinya benda “layar kaca elektronik” ini tidak punya daya. Aku bergegas mengambil kabel pengisi batere. Pada masa mudik serombongan begini, aku tak kesulitan menemukan pengisi daya yang cocok karena segala macam model ikut mudik bersama pemilik-pemiliknya.
Belum sampai dua menit tablet itu terhubung ke listrik, kutekan lagi tombol “ON” di kanan layarnya.
“Hidup!” pekikku keras. Tak sabar aku menunggu barang canggih itu siap dipakai. Adakah jejak-jejak data, berkas foto atau email di dalam tablet ini dapat menjelaskan siapa pemiliknya?
Sejurus kemudian layarnya tampil. Beberapa instruksi bermunculan. 

“Silahkan pilih jaringan internet Anda.” 

“Silahkan daftarkan email dan password Anda.” 
Sepertinya, tablet ini belum pernah dipakai, atau jangan-jangan ada yang mereset ulang. Tanpa pikir panjang, kukirim internet dari ponselku dan kuisi email dan password sebagaimana diminta.
Tombol “Lanjutkan” kuketuk.
Layar tablet itu berpendar. Semakin lama semakin benderang. Mataku silau. Cahayanya kuat sekali. Tak dinyana, tiba-tiba benda itu lenyap dari genggamanku!
**
Matangglumpang Dua, Lebaran 1983
Aku haus sekali. Sirup merah cap patung yang dingin itu masih utuh di depan tamu. Ia seorang kakek-kakek. Dari tadi Bapak asyik berbincang dengannya. Beberapa kali Bapak juga mempersilahkan ia minum dan mengambil kue buatan ibu. Tetap saja kakek itu tak menjamah sirup dan kue-kue lezat itu. Aku memang berharap ia tak meminum sirup itu. Aku menginginkannya.
Aku sudah tak sabar. Tapi, syukurlah, akhirnya kakek itu pamit. Dalam hitungan detik, aku menyambar cangkir jangkung itu dan berlari ke ruangan lain, bersembunyi di balik rak buku besar.
“Aahh…segarnya,” ucapku dengan senyum bahagia. Sirup merah cap patung yang dingin itu habis tanpa ampun.
Selesai memenuhi hajatku pada sirup, aku beranjak dari sudut rak buku pustaka Bapak itu. Tapi, suatu kilatan kecil menyerang pandanganku. Sebuah benda pipih sebesar buku catatan tiba-tiba teronggok di lantai tepat di hadapanku. Aku ketakutan dan berlari memanggil Bapak.
Tamat
#fiksi #cerpen #loop

This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s