Go or No Go


Niantic kembali merilis game berbasis lokasi nyata (real world/geospatial based game), Pokemon Go (PG). Ini bukan yang pertama. Sebelumnya, perusahaan yang bermarkas di San Francisco ini telah mengeluarkan game serupa pada 14 Desember 2013. Ingress namanya. Dugaan saya, Niantic menggunakan kode pemprograman game pertamanya itu untuk membuat PG. Mungkin, karena game yang diluncurkan 6 Juli lalu itu menggunakan karakter kartun terkenal, maka ia lebih cepat diadopsi para gamer. 

Lalu, berbahayakah bermain game berbasis lokasi seperti PG? Untuk menjawabnya, Anda perlu mengingat cerita tentang orang mati karena melamun. Ya, soalnya ia melamun di tengah jalan. Nah, PG berpotensi bahaya seperti itu.

Tentu, ada sisi-sisi negatif lain atau juga yang positif yang banyak diceritakan orang belakangan ini terkait permainan berbasis geospasial. Yang jelas, ingatlah peringatan awal saat game PG dibuka: “Remember to be alert at all times. Stay aware of your surroundings.” Tidak hanya awas terhadap monster yang sedang dicari, tapi juga keadaan sekeliling Anda.


Bagaimana dengan dugaan adanya conspiracy theory, penyadapan, atau pengintaian pihak-pihak tertentu terhadap pengguna PG? Jika Anda pernah menonton film dokumenter “Citizenfour” (2014), maka tahulah kita dari Snowden bahwa itu sudah terjadi di AS sebelum ada ponsel pintar.
#game #geography

This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s