Sendok


​Seorang lelaki memasuki sebuah rumah makan. Setelah semangkuk sop pesanannya diletakkan di meja, ia melihat sebentar, lalu memanggil pelayan.

+ Ada apa, Pak?

– Coba rasa sop ini.

+ Mengapa, Pak? Apa terlalu asin?

– Cicipi saja dulu.

+ Apa terlalu panas?

– Sudah, dirasa saja.

+ Apa sudah dingin?

– Ayo, cepat cicipi sop ini!
Pelayan mendekati sop itu.

+ Mana sendoknya?

– Aha!
(Eddy Murphy, 1988).

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s