Sirih & Apa


Kisah ini saya dengar dari ibu saya dari temannya di pasar.
Di kampung saya, ada seorang nenek penjual ranub (sirih) di pinggir jalan raya lintas provinsi. Ia punya anak lelaki yang biasa dipanggil Si Rih (dari nama Arif?). Suatu ketika, seorang bapak menghentikan mobilnya di depan lapak nenek itu. Kelihatannya pria itu sedang melakukan perjalanan jauh.
+ Ada sirih?

– Si Rih? Hana jih. Ka jiwo u rumoh siat (Bahasa Aceh, artinya “Si Rih? Tidak ada. Ia pulang ke rumah sebentar”).

+ Apa?

– Apa-apa jih ka jiwo (apa = paman, “Pamannya juga ikut pulang”).

+ ?!?!?!

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s