​Waktu yang Cukup untuk Sebuah Cerita


Dari dunia sinetron diberitakan bahwa Netflix membuat gaya baru dalam bercerita. Penyampaian cerita tidak lagi sepenggal-sepenggal atau bersambung dalam banyak seri, tapi utuh dalam satu film.

Jika biasanya satu film serial berdurasi 25, 45, atau 90 menit, maka Netflix membuatnya menjadi tiga, 10, hingga 60 jam sesuai dengan kebutuhan hingga cerita tamat. Film “Strange Things” (2016) misalnya, berdurasi sekitar delapan jam. Tentu, teknis penayangannya dibatasi perjam atau kurang dari itu. Serupa (dengan sinetron biasa), tapi tak sama.

Gaya Netflix ini membuat kualitas tontonan terjaga. Sinetron tidak dipanjang-panjangkan untuk menggaet pariwara, atau dituturkan secara terburu-buru karena slot tayang terbatas.

Sebenarnya, ini bukan hal baru. TVRI dulu sudah memulainya dengan gaya bercerita a la sinetron “Siti Nurbaya” atau “Sengsara Membawa Nikmat” (berdurasi lima jam).

Jadi, wahai para sineas dan produser, berilah waktu untuk sebuah cerita. Tak kurang dan tak lebih.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s