Taat pada Kesepakatan


Gambia adalah negara kecil di barat Afrika. Wilayahnya memanjang dari hulu hingga hilir Sungai Gambia. Lebar wilayahnya rata-rata 25 Km, dengan panjang sekitar 300 Km. Bisa dikatakan bahwa negara ini sebenarnya adalah sebuah daerah aliran sungai (DAS).

Masa kolonialisme dulu, Gambia dijadikan bagian dari daerah perdagangan budak oleh Portugis, dan lalu oleh Inggris. Gambia merdeka pada tahun 1965 setelah dua ratus tahun dijajah.

Hari-hari ini, negara kecil dan sangat miskin itu sedang ribut. Presiden Yahya Jammeh yang telah memerintah selama 22 tahun enggan menyerahkan kekuasaannya kepada presiden terpilih, Adama Barrow. Entah bagaimana nasib rakyatnya ke depan.

Sementara itu, hari ini dunia juga akan menyaksikan pelantikan Presiden ke-45 negara “super power”, AS. Walau riuh dengan ke-kontroversial-annya, Donald Trump akan menerima kekuasaan dari Barack Obama dengan damai sebagaimana yang biasa terjadi selama 228 tahun ini.

Tentu, ada negara seukuran Gambia atau AS yang makmur, sebagaimana ada pula yang melarat. Berbagai macam sebabnya. Namun, yang paling dasar yang membuat sebuah bangsa menjadi kokoh dan besar bukanlah luas wilayah atau kekuatan militernya, tapi pada komitmen untuk taat pada kesepakatan (social contract) yang termaktub dalam konstitusi.

Terkait:

Gambia: Lesson Learn

Advertisements
This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s