Proaktif


Suatu ketika, Simon Sinek, seorang konsultan pemasaran AS, berbincang dengan salah-seorang petinggi Apple. Simon memberinya informasi bahwa Microsoft baru saja memproduksi komputer dengan teknologi mutakhir.

“Hebat!” respon orang dari Apple itu singkat. Hanya itu. Ia tidak antusias bertanya lebih detil tentang produk baru Microsoft itu, bagaimana teknologinya, berapa harganya, dsb. Mengapa begitu?

Apple, kata Simon, berkompetisi dengan dirinya-sendiri: produk tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu; iPhone 7 harus lebih canggih dan mudah dipakai daripada iPhone 6; layar Mac harus lebih nyaman dilihat; aplikasi di iTune harus semakin berkualitas dan beragam, dst. Mereka tidak reaktif dengan pencapaian perusahaan lain, tapi proaktif memproduksi yang terbaik.

Think Differently

Simon kerap menjadikan Apple sebagai contoh konsep alur pikir penjualan (marketing) yang dipopulerkannya, yakni
Why –> How –> What.

Simon mengilustrasikan alur komunikasi Apple kepada konsumennya seperti berikut.

“Kami ingin menghasilkan sesuatu yang terbaik. Kami yakin bahwa dengan berpikir berbeda dari yang lain, produk kami akan berkualitas tinggi (Why). Untuk itu, kami mendesain setiap produk dengan indah, mudah digunakan, dan kuat (How). Inilah barangnya, Mac dan iPhone (What). Anda tertarik?”

Perusahaan lain biasanya beralur pikir sebaliknya. Mereka langsung memperkenalkan merek, wujud, cara kerja, dan kelebihan produknya. Sedikit yang menegaskan filosofi di balik itu semua. Orang mungkin akan membelinya, tapi akan segera beralih ke merek lain ketika harga, spesifikasi, dan desainnya lebih bagus.

Adakah yang membeli produk Apple yang biasanya lebih mahal itu? Ada. Memang, tidak lebih banyak dari pengguna Microsoft. Tapi, konsumennya adalah orang-orang yang tidak sekedar butuh alat elektronik canggih, melainkan juga ingin menjadi bagian dari kelompok yang istimewa, yang “think differently”.

Pada tahun 2016, Apple mampu melampaui perusahaan teknologi lain. Apple tidak sedang menaklukkan mereka, tapi justru menaklukkan dirinya sendiri.

Bacaan:

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s