Program Keamanan Imigrasi AS


Pasca peristiwa “9/11”, pada September 2002, AS memberlakukan aturan khusus imigrasi untuk 24 negara mayoritas muslim, termasuk Indonesia, plus Korea Utara. Program pada era Bush ini dinamai National Security Entry-Exit Registration (NSEERS). Setiap pemegang visa AS dari negara-negara itu, terutama yang sudah tinggal di AS, wajib mendaftarkan diri pada program ini dengan pengambilan foto, perekaman sidik jari, dan wawancara.

Untuk pengunjung baru, dilakukan pendaftaran NSEERS secara acak di bandara tertentu. Biasanya dipilih penumpang laki-laki. Tahun 2007, saya pernah terpilih dan diminta masuk ruangan khusus. Tidak ada hal yang menakutkan, hanya registrasi biasa dan tidak ada wawancara. Sepertinya, dari waktu ke waktu, program keamanan ini hanya formalitas. Yang justru mendebarkan adalah pemeriksaan badan dan barang seluruh penumpang saat memasuki bandara.

Sejak 2011, NSEERS dibekukan. Namun, regulasinya tetap ada untuk digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan. Baru sekitar sebulan yang lalu, 22 Desember 2016, NSEERS benar-benar dihapus Obama.

Kini, Trump melakukan hal lain. Ia melarang warga biasa atau pengungsi akibat konflik dari tujuh negara mayoritas muslim untuk memasuki AS. Ketentuan ini berlaku selama 90 hari. Selain itu, ia juga berencana mendeportasi mereka yang sudah masuk. Kebijakan ini tidak berlaku untuk pemegang visa dan “green card” AS yang sudah tiba di bandara menyusul keluarnya perintah pengadilan federal.

Sementara itu, protes terhadap kebijakan imigrasi Trump terus berlangsung.

Pengetatan Imigrasi Sebelumnya

Kebijakan AS melakukan pengetatan imigrasi telah berlangsung enam kali pada era presiden sebelumnya.

Pertama, pada tahun 1882, AS melarang imigran Tiongkok memasuki wilayahnya untuk menjaga lapangan kerja bagi warganya sendiri. Aturan ini melunak tahun 1943 saat Perang Dunia II karena Tiongkok menjadi anggota Negara Sekutu bersama AS.

Kedua, pada tahun 1903, menyusul penembakan Presiden William McKinley pada tahun 1901, dikeluarkan aturan imigrasi yang membatasi masuknya ekstrimis/anarkhis, penderita epilepsi, pengemis, dan pelaku prostitusi.

Ketiga, saat Perang Dunia II, AS membatasi imigran Yahudi dari Jerman karena khawatir akan disusupi Nazi yang menjadi musuhnya ketika itu.

Keempat, pada tahun 1950, Kongres mengesahkan aturan untuk mendeportasi imigran yang dicurigai merupakan anggota partai komunis dan membatasi hak kewarganegaraan orang-orang yang terkait dengan organisasi komunis. UU ini berlaku walau ditolak Presiden Truman karena ia menilai itu bertentangan dengan Konstitusi.

Kelima, pada tahun 1980, warga Iran dilarang memasuki AS. Hal ini terjadi karena peristiwa pengepungan Kedubes AS di Teheran tahun 1979 dan penawanan 52 warga AS selama 444 hari.

Keenam, pada tahun 1987, AS melarang imigran yang terjangkiti HIV memasuki wilayahnya. Aturan ini dicabut oleh Obama pada tahun 2009.

Dapat dipahami bahwa kebijakan keamanan imigrasi yang dibuat AS di satu sisi bertujuan untuk pertahanan dan keamanan, namun di sisi lain dapat bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi dan sejarah AS sebagai negara yang dibentuk oleh imigran.

Literatur:

Advertisements
This entry was posted in Geografi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s