Keamanan dan Empati


Pukul tiga sore (29/1), saat kebijakan pembatasan imigrasi AS diterapkan hingga 90 hari ke depan, Trump sedang menonton film animasi “Finding Dory” (2016) di Gedung Putih. Ironisnya, film itu bercerita tentang anak (ikan) yang terpisah dari keluarganya, persis seperti yang saat itu sedang terjadi di bandara, seperti di Dallas.

Hal lain yang terjadi di beberapa bandara AS pada hari Minggu itu:

  • demonstrasi menentang kebijakan larangan imigrasi;
  • seorang senator ikut berdemo;
  • veteran perang Irak ikut berdemo;
  • shalat jamaah di lobby kedatangan bandara;
  • ada penjemput yang menjadikan selendangnya sebagai jilbab sebagai wujud simpati.

Menurut Trump, kebijakan pembatasan imigrasi dilakukan untuk meningkatkan keamanan. Namun, pihak lain justru melihat ini tidak diperlukan. Apalagi satuan kontraterorisme AS sendiri tidak merekomendasinya.

Alasan lain penolakan kebijakan imigrasi Trump yang lebih mendasar adalah bahwa pengetatan imigrasi terhadap tujuh negara muslim dan para pengungsi adalah tidak sejalan dengan falsafah bangsa AS dan semangat saling menolong antarnegara. Empati terhadap keluarga dan para korban konflik sangat diperlukan.

Literatur:

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s