Inilah Kandidat Pilihanku


Akhirnya, telah jelas pasangan kandidat mana yang akan kucoblos nanti. Pilihanku dalam pemilu ini telah kupikirkan masak-masak, serasional mungkin. Tak salah lagi. Aku telah membaca visi, misi, dan programnya. Tak ketinggalan, aku pun memperhatikan betul penampilannya saat debat. Nah, agar semua tahu, dan mudah-mudahan mempengaruhi “swing voters” lain, akan kuumumkan kandidat pilihanku.

Sebelum aku umumkan di sini, aku sadar bahwa mungkin di antara teman kerja, rakan sekampung, bahkan saudaraku sendiri akan memiliki pilihan kandidat yang berbeda. Harus ku akui, berat juga berbeda dengan mereka. Aku tahu bahwa berbeda pendapat bisa berujung pertikaian. Apalagi, belakangan ini media sosial sungguh panas. Nyindir ini-itu, bully sana-sini, hoax sini-sana. Kawan jadi lawan, lawan makin dilawan. Riuh, pokoknya!

Belakangan ini, beredar meme yang ada foto Cak Lontong. Meme ini menasihati bahwa saudara dan temanlah yang datang membantu kita saat susah, sedangkan kandidat pilihan kita itu mana ada yang peduli. Komedian tersohor ini mengingatkan pula bahwa pemilu ini jangan sampai habis-habisanlah. Dibawa santai saja.

Tapi, apa boleh buat. Inilah demokrasi di mana kita tidak saja rela berbeda, tapi juga siap bertentangan pendapat. Ponsel boleh panas, kuota data boleh habis, namun hati harus dingin dan kewarasan tak boleh hilang. Aku tahu betul, calon pilihanku adalah yang terbaik dan patut menang. Jadi, lumrah saja aku umumkan pilihanku. Jangan sampai yang terburuk yang menang. Amit-amit!

Oleh karena itu, dengan pertimbangan di atas dan hal-hal lain yang tidak mungkin panjang lebar kujelaskan di sini, maka, kunyatakan bahwa aku akan memilih…. Tapi, sebentar. Apa betul tak membuat gaduh hubunganku dengan teman-temanku nanti? Jangan-jangan, Cak Lontong ada benarnya. Aku bakal tak enak hati dengan teman dan handai-taulanku. Kalau aku sakit, siapa yang peduli? Kalau perlu duit, aku hutang ke mana?

Ah, sudahlah. Tidak jadi. Aku rahasiakan saja kandidat pilihanku.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s