Cok Silop


Cok silop terdiri dari kata “cok” (ambil) dan “silop” (sandal). Idiom Aceh ini bermakna “melarikan diri; mundur; atau walk out”.

Penyanyi lokal, Bergek, ikut mempopulerkan istilah cok silop lewat lagu komedinya yang bertajuk “Cok Silop” walau dalam pengertian harfiah, yakni mengambil sandal untuk bepergian.

Cok silop kerap menjadi exit strategy para intelektual manakala ruang aktualisasinya terhambat situasi sosial politik di kampung halamannya. Belajar di luar negeri atau daerah lain kadang menjadi pilihan.

Belakangan, #coksilop menjadi trending topic di kalangan politikus lokal. Namanya politikus, jadi ya gitu, deh!

Cok silop boleh saja, kalau ada perlunya. Pergi beberapa lama untuk meraih ilmu, menata diri, mencari pengalaman, atau memperbaiki taraf hidup adalah contoh alasan cok silop yang positif.

Di sisi lain, janganlah sampai cok silop jika tiada artinya. Lari dari tanggung jawab, tak peduli lagi pada kepentingan bersama, berputus asa, atau menyerah kalah pada kejahiliyahan adalah contoh alasan cok silop yang negatif.

Apapun alasannya, jangan sampai cok silop orang lain.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s