Ke Toilet Via Bulan


Katherine Johnson berlari ke toilet yang berjarak 1,5 km dari kantornya. Ia terpaksa karena toilet untuk pegawai berkulit hitam seperti dirinya cuma ada di gedung lain dalam kompleks tempatnya bekerja, NASA.

Katherine direkrut lembaga antariksa AS di Virginia sejak 1953 karena ia jenius dalam bidang fisika dan matematika. Ketika itu, negara bagian ini masih menerapkan pemisahan fasilitas publik untuk warga kulit putih dan hitam. Mereka setara, tapi dipisah. Mengherankan bahwa adat ini berlaku juga di lingkungan kerja federal yang menjadi simbol pencapaian iptek tertinggi manusia semacam NASA.

Bagi Katherine dan belasan kawan kerjanya yang berkulit hitam, menuju ke bulan adalah lebih mudah ketimbang ke toilet.

Peran dan tantangan yang dihadapi para perempuan hitam di NASA yang tak begitu dikenal publik inilah yang menjadi inti cerita film “Hidden Figures” (2016). Keberadaan Katherine (saat ini berusia 89 tahun) amat penting dalam ketelitian dan ketepatan perhitungan untuk peluncuran roket ke luar angkasa. Tanpanya, peluncuran roket berawak pertama di AS mungkin takkan berhasil. Impian Kennedy ke bulan mungkin tak pernah terwujud.

Kisah nyata ini menggambarkan bahwa dunia ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki pembatas dengan dunia sosial/hubungan antarmanusia. Kemajuan yang satu tidak selalu memajukan yang lain.

Pemisahan toilet di NASA memang dihapus pada akhirnya. Namun, bukan karena mereka mampu mencapai bulan, tapi karena protes dari orang-orang cerdas dan berani semacam Katherine.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s