Dup…Dup!


Kemaren siang, listrik mati. Si kecil yang berusia dua puluh empat purnama minta dihidupkan tivi. Ia mau nonton Upin Ipin.

“Lagi mati lampu, nih. Nanti, ya,” ucapku sambil menguap. Terik sekali puasa kemaren.

Dengan botol susu di tangan, ia bangun dari duduknya melangkah menuju kursi tamu. Kursi itu ia jadikan tangga untuk menggapai saklar lampu.

Klik. Lampu ruangan hidup.

“Dup…dup!” teriaknya.

Aku tertawa. Tak tahu bagaimana menjelaskannya.

Ya, ia baru saja menghidupkan lampu LED yang dilengkapi batre sehingga dapat hidup barang tiga jam. Lampu jenis ini aku pasang di hampir semua ruangan sejak listrik sering mati di kampung kami. Konon, katanya, pasokan daya kurang.

Adakah penyesuaian subsidi listrik  menambah pundi untuk membangun pembangkit baru bagi kami?

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s