KEKAL: Move On!


Dalam hal KEK Arun Lhokseumawe (KEKAL), saran kepada Pemerintah Aceh dapat disampaikan sbb:

1. Jika sebagai tenant ingin berbisnis regasifikasi LNG, maka mintalah PDPA melakukan negosiasi bisnis dg Pertamina (keduanya anggota konsorsium pengusul KEK). Jadi, tidak perlu mengubah PP KEK Arun Lhokseumawe.

2. Jika ingin menjadi pengelola KEK Arun Lhokseumawe (melayani kebutuhan tenant), maka jadilah pemilik saham mayoritas pada perusahaan baru bentukan konsorsium itu. Jadi, baik KEK diusulkan oleh badan usaha maupun pemerintah, pengelola KEK tetap dilakukan oleh badan usaha. Justru kalau KEK diusulkan Pemerintah Aceh, PDPA/BUMA memiliki peluang kecil dalam pengelolaannya karena (a) harus ikut lelang, dan (b) syarat kesehatan/masa aktif perusahaan mungkin tidak terpenuhi.

3. Jika ingin menunjuk langsung PDPA/BUMA sebagai pengelola semua aset bekas PT. Arun, maka ajukan pencabutan PP KEK Arun Lhokseumawe, lalu negosiasi kembali dengan Pusat, dan jadikanlah aset itu sebagai kawasan industri biasa. Konsekuensinya, PT. PIM, bekas PT. AAF, PT. KKA, dan Pelabuhan Krueng Geukuh ikut kehilangan fasilitas KEK.

Demikianlah beberapa alternatif yang mungkin berfaedah. Selamat bersahur dan terimakasih.

Advertisements
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s