Warisan Kata


Suatu ketika, sebelum blog dan media sosial ada, saya menemukan diari Bapak. Buku kecil itu tersimpan di rak buku bersama buku-buku lain. Saya penasaran dan membukanya. Di situ saya dapati catatan Bapak pada hari saya dilahirkan; rencana Ibu pergi ke Banda Aceh karena adiknya sakit (saya jadi tahu hari, tanggal, dan sebab Ibu bepergian sebagaimana dikisahkan pada “Bayi yang Tertukar?”); dan catatan sehari-hari lainnya. Sedianya buku ini untuk diari setahun. Namun, kata Ibu, Bapak tidak sempat lagi menuliskannya karena sibuk.

Mengenang diari Bapak, saya menyadari bahwa suatu saat, anak-anak saya akan menemukan blog dan media sosial ayah mereka ini. Karena itu, setiap tulisan dan cuitan saya sesungguhnya adalah warisan untuk mereka.

Advertisements
This entry was posted in Bin M.A. Jangka. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s