Sistemik vs Parsial


Ayah: Bu, aku dipindah ke Meulaboh.
Ibu: Baik, Yah.
Ayah: Tapi, Bu, bagaimana mengantar sekolah anak-anak dari sana? Kan jauh dari Banda Aceh. Apa kita langganan travel saja? Beli mobil khusus antar sekolah? Sewa sopir? Galau, nih!
Ibu: Ya, nggalah. Anak-anak dipindah saja sekolahnya ke sana.
Ayah: Oo… iya…ya…

Ayah mewakili cara berpikir parsial. Sedang si Ibu berpikir secara sistemik. Banyak program pemerintah berhenti di tengah jalan karena direncanakan secara parsial. Besar diongkos dan tidak perlu. Karena itu, perencanaan yang baik dan benar perlu digiatkan. Itu dimulai dari pikiran yang sehat.

Advertisements
This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s