Perigi


seperti perigi
yang jernih murni
ditimba di hari pagi
untuk bersuci

bagai perigi
yang dalam sunyi
di relung hati
bersih tersembunyi

semisal perigi
menanti yang pulang dan pergi
singgah mengisi guci
untuk minum dan memercik pipi

laksana perigi
begitulah mereka ini
yang baiknya tak terperi
kembali pada ilahi

Advertisements
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s