Ek


Ini cerita lucu. Saya sampai terpingkal-pingkal saat mendengarnya pertama kali dari Pak Setia Budi, mantan Sekda Aceh. Beliau memang suka membaca, bercerita, dan lucu. Tapi, saya kesulitan mengisahkannya kembali secara tertulis. Bisa hambar jadinya. Biar begitu, saya coba saja. Prasyarat: memiliki kemampuan dwibahasa, Indonesia dan Aceh.

Begini ceritanya:

Suatu ketika, sekelompok mahasiswa mengadakan KKN di sebuah kampung di Aceh. Kampung ini punya satu masalah: tidak ada kakus yang sehat. Untuk buang air besar, warga kerap melakukannya di semak atau sungai.

Untuk memperbaiki kualitas kesehatan kampung nan jauh di mata itu, para mahasiswa mengkampanyekan kakus sehat. Mereka mengajak warga setempat untuk meninggalkan kebiasaan buang hajat sembarangan. Bisa sakit, kata mereka.

Alih-alih mengikuti anjuran anak-anak muda jaman now itu, warga sepuh malah protes.

Seorang nenek berujar, “Pu awak nyan jak peureuno pat tatoh ek. Mak lon, Yah lon, paknek-minek lon, mandum geutoh ek bak krueng. Hana go saket! Pu ji peugah nyan, ek?!!”

This entry was posted in Cang Panah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s